Pemerintah RI dan PNG Bahas Wilayah Perbatasan

Author : Alexander Loen, October 16, 2015 at 18:00:24 WP

Jayapura, Jubi – Pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Papua Nugini (PNG) lakukan pertemuan (Border Liaison Meeting) ke 12 membicarakan isu-isu yang terjadi di wilayah perbatasan.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengatakan Border Liaison Meeting (BLM) adalah forum yang sangat penting bagi kedua negara dalam rangka membangun hubungan kerjasama diberbagai bidang, khususnya pengelolaan kawasan perbatasan.

“Saling tukar menukar informasi, mendiskusikan permasalahan dan rencana pembangunan di kawasan dan rencana pembangunan di kawasan perbatasan antara Indonesia dan PNG, akan sangat bermanfaat bagi kepentingan pembangunan kedua negara,” kata Klemen Tinal, di Jayapura, Jumat (16/10/2015).

Menurut Klemen, pertemuan kali ini kedua delegasi akan membahas berbagai agenda di antaranya pembangunan infrastruktur jalan lintas batas, dokumen kewarganegaraan, masalah bea cukai, imigrasi, karantina dan kemanan maupun agenda lainnya.
“Pembangunan insfrastruktur di wilayah perbatasan RI-PNG sangat penting, hal ini diharapkan dapat meningkatkan aktifitas ekonomi dan menekan tingginya harga disepanjang daerah perbatasan,” ucapnya.

Klemen menilai, untuk memacu pembangunan dalam berbagai sektor di wilayah perbatasan, pembangunan akses jalan yang menghubungkan kedua negara dalam rangka meningkatkan aktifitas ekonomi dan menekan tingginya harga disepanjang daerah perbatasan menjadi sangat penting.

Selain itu, agar masyarakat di wilayah perbatasan merasa nyaman, bebas beraktifitas terutama meningkatkan taraf hidup yang lebih baik demi mewujudkan visi Papua bangkit, mandiri dan sejahtera.

“Saya harap agenda-agenda yang akan dibahas dalam pertemuan ini dapat diikuti dengan sungguh-sungguh oleh kedua delegasi, dan dapat diimplementasikan dalam program dan aktivitas pembangunan di wilayah perbatasan,” kata Klemen.

Hal senada dilontarkan Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Zusana Wanggai. Dirinya mengatakan pertemuan antara Pemerintah RI dan PNG untuk membahas isu-isu perbatasan antar kedua negara.

“Agenda dalam pertemuan ini adalah pembahasan masalah infrastruktur, keamanan dan ekonomi dari masing-masing negara,” kata Zusana.

Dia menambahkan, hal terpenting dalam pertemuan ini adalah konsultasi untuk memantapkan posisi kedua negara khususnya dengan Provinsi Papua sebagai wilayah perbatasan.

“Dalam pertemuan ini, kedua pihak menghadirkan instansi-instansi terkait seperti pengamanan perbatasan, imigrasi dan karantina,” ucapnya. (Alexander Loen)

Comments

comments

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment

Skip to toolbar