Mendag RI Akan Canangkan Program ‘Dengan Bangga Menyeduh Kopi Papua’ Di Dogiyai

Jayapura, Jubi – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Thomas Lembong dijadwalkan akan berkunjung ke dua kabupaten di Provinsi Papua: Tolikara dan Dogiyai, pada akhir pekan ini.

Menteri perdagangan dan rombongan yang terdiri dari Sekretaris Jenderal Kemendag, Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya, Kapuspitra, Made, ketua Pokja Papua, Astrid, ses Ditjen PDN, Suhanto dan ajudan Mendag akan bertolak ke Jayapura pada Jumat (10/06/2016). Setibanya di Sentani pada Sabtu (11/06/2016), rombongan Mendag akan langsung bertolak ke Tolikara menggunakan pesawat.

Sekjen Kemendag Srie Agustina mengatakan di Tolikara pihaknya akan mengunjungi pasar lokal dan berdialog dengan pengusaha kopi setempat.

“Selain itu, pak Menteri Perdagangan akan tinjau perkebunan kopi di Tolikara. Tapi, di Tolikara ini hanya setengah hari saja. Lalu usai itu kami akan berangkat ke Kabupaten Dogiyai dengan pesawat yang dicharter. Kira-kira jam 12.00 wit kami sudah tiba di bandara Dogiyai,” jelas Srie, seperti dikutip dari release yang diterima Jubi, Rabu (8/6/2016).

Kemudian, di Dogiyai, rombongan dijadualkan akan melakukan perjalanan menuju kebun Kopi Moanemani, Distrik Kamuu. Mereka jugaakan meninjau kebun kopi dan sekolah kopi.

“Setelah itu akan dilakukan dialog dengan pengusaha kopi dan kelompok tani. Dilanjutkan dengan peluncuran program ‘Dengan Bangga Menyeduh Kopi Papua’ sebagi bagian dari gerakan Papua Bekerja dan Unggul,” jelasnya.

Pelaksa Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Dogiyai, Andrias Gobai mengapresiasi kunjungan menteri ini. Ia mengatakan, menteri Thomas Lembong akan menjadi yang pertama ditingkat pejabat nasional yang mendatangi daerah di wilayah adat Meepago.

“Sehingga, dengan kunjungan dari pak Menteri Perdagangan ini menjadi pintu masuk bagi pejabat lain dari instansi lain pula. Barangkali ini merupakan bagian dari perjuangan pak Muh. Yuddi Kotouki, anggota DPR RI sebagai wakil rakyat Papua di Senayan,” kata Andrias Gobai.

Menurutnya, kunjungan Mendag nanti merupakan suatu kesempatan emas baginya untuk mempromosikan potensi daerah yang masih terpendam. “Kami punya kopi yang namanya Kopi Moanemani dan Mapiha. Itu sudah lama ada tapi belum pernah dipasarkan ke luar. Barangkali karena banyak kendala. Namun, dengan kunjungan ini bisa jadi ajang yang tepat bagi kami untuk promosikan potensi daerah yang ada,” ujarnya.

“Semoga kunjungan ini bermanfaat dan bisa mengobati luka batin para petani kopi, terlebih pengelola Yayasan P5 Moanemani yang selama ini merindukan kopinya bisa dilihat atau dikunjungi oleh orang lain seperti pejabat negara dari pusat dan ini menjadi momen menuju MEA,” harapnya. (*)

Comments

comments

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment

Skip to toolbar