Panja Komisi II DPRP Dorong Keberpihakan Pengusaha Asli Papua

DEERD TABUNIPasifik Pos – Jayapura,- Panja Komisi II DPR Papua mendorong agar semua pihak termasuk pemerintah dan perbankan serta lembaga penjamin kredit untuk memberikan keberpihakan terhadap pengusaha asli Papua dalam upaya meningkatkan ekomomi kerakyatan.

Untuk itu, Panja Komisi II DPR Papua yang dipimpin langsung Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni menggelar pertemuan bersama mitra SKPD terkait dan masyarakat di Hotel Grand Abe, Kamis (25/8).
Dalam pertemuan itu, dihadiri Plt Dirut Bank Papua, Sharly A Parrangan, Dirut PT Jamkrida Papua, perwakilan BRI Jayapura bersama para pengusaha asli Papua.

Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni yang membidangi Perekonomian mengatakan, pertemuan ini membahas masalah penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang disalurkan perbankan nasional yang ditunjuk, termasuk penyaluran kredit sejenis dari Bank Papua untuk para pengusaha asli Papua.
“Ya, kami harap ada keberpihakan perbankan, termasuk Jamkrida terhadap para pengusaha asli Papua, termasuk mama-mama asli Papua yang memiliki usaha,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPR Papua, Drs John Ibo menambahkan, pihaknya menjalankan fungsi DPR untuk membuat gaung ekonomi dengan perangkat-perangkat pendukung yang ada, supaya lebih bisa diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kepentingan pembangunan ekonomi.
“Pertemuan dengan perbankan dan Jamkrida yang memberikan dukungan permodalan dan penjaminan kredit, supaya rakyat bisa mendapat informasi untuk mendukung usahanya, baik persyaratan maupun prosedur untuk akses permodalan,” kata Jhon Ibo.

Apalagi, lanjut Jhon Ibo, perbankan dalam memberikan kredit sebenarnya menawarkan berbagai kemudahan kepada pengusaha asli Papua, namun juga harus melihat usaha mereka.

“Jadi kita ingin membuat gaung kepada masyarakat supaya mereka bisa tau bahwa pemerintah kita memiliki banyak sekali perangkat-perangkat yang mendukung rakyat untuk bisa terbangun dalam ekonomi,” ujar John Ibo.

Untuk itu, kata Jhon Ibo, setelah pertemuan itu, pihaknya akan memperjuangkannya dalam penyusunan perubahan anggaran atau APBD Perubahan 2016.
“Kita akan perjuangkan supaya pemerintah melihat ekonomi rakyat ini ke depan, sehingga apa yang didengungkan oleh gubernur melalui visinya yaitu, Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera dapat terwujud. Biarlah itu terjadi kebangkitan dan menghadirkan kemandirian dan membawa mereka kepada kesejahteraan,” paparnya.

Ia juga berharap perbankan memberikan perhatian serius bagi para pengusaha asli Papua ataupun pengusaha pemula yang akan mengakses permodalan melalui perbankan.

“Tinggal rakyat bijak untuk menggunakan fasilitas yang telah disiapkan oleh pemerintah, namun sosialisasi termasuk KUR sangat penting diketahui rakyat,” pungkasnya. (Yuni)

Comments

comments

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment

Skip to toolbar