Minat Investor Asing Bangun Pembangkit Listrik EBT di Gorontalo Terkendala Regulasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, kondisi elektrifikasi di daerahnya saat ini sangat memprihatinkan. Nelson mengklaim, baru 50 persen penduduk yang bisa menikmati aliran listrik.

Untungnya belakangan banyak investor yang kepincut untuk mengembangkan pembangkit listrik di Kabupaten Gorontalo yang terletak di Provinsi Gorontalo tersebut.

Nelson menuturkan, banyak sumber energi terbarukan yang potensial untuk dikembangkan menjadi energi listrik.

Nelson menyebut, beberapa investor asing yang saat ini tengah memperhitungkan untuk investasi pembangkit listrik di Gorontalo antara lain dari Kuwait, Perancis, Malaysia, dan Korea Selatan.

“Banyak juga ternyata yang berminat. Tetapi yang menjadi problem itu aturan mainnya,” kata Nelson ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Menurut Nelson regulasi soal harga patokan pembelian tenaga listrik dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi salah satu disinsentif minat para investor.

“Padahal rakyat sudah ingin membeli (listrik). Itu regulasi yang harus dibenahi,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo itu.

Nelson berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah perbaikan, sehingga minat investasi dari luar tidak sia-sia.

Dia bilang, pemerintah daerah sendiri sudah menyiapkan lahan bagi investor pembangkit listrik yang ingin membangun solar cell (tenaga surya), ada pula yang ingin membangun pembangkit listrik tenaga angin.

“Kalau semua beres, harapan kami investor bisa konstruksi tahun depan. Sebab kebutuhan listrik di Gorontalo besar tetapi kapasitasnya sangat terbatas,” ujar Nelson.

Comments

comments

Related Post

One Comment

  • salam super-salam hangat dari pulau Bali-mantabbbb mas..semoga bisa menjadi pelajaran bagi yang lain..branding is the soul of mageetinr..sktuju ? :ngakak :ngakak :ngakak

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar