Kalau Ingat Papua, Jangan Hanya Ingat Sumberdaya Alam dan Papua Merdeka

Kecenderungan umum masyarakat di Indonesia ketika mengingat dan bicara tentang Papua ialah kekayaan alam yang begitu kayaraya. Menceritakan pohon, emas, perak, keindahan alam, festival budaya, dan sebagainya yang bersifat pengurasan apa yang ada di Tanah Papua menjadi orientasi yang jelas. Silahkan saja simak berita-berita di mana-mana di Indonesia, yang dicetak maupun online, yang audio maupun yang video. kecenderungan itu sangat jelas.

Pantas saja orang Papua merasa terancam karena alam yang tadinya menjadi tempat hunian, rumah itu sekarang menjadi rebutan, khususnya para Jenderal di Jakarta katanya sudah memetak-metak pulau New Guinea bagian barat menjadi wilayah garapan logging mereka.

Di sisi lain, coba baca semua berita onlne, terutama online, karena orang Papua hampir tidak punya media cetak, kecuali Tabloid Jubi. Berita utama, kategori berita, semuanya dipenuhi oleh berita-berita “POLITIK”, dan HAM.

Jadi, di satu sisi orang Indonesia melihat Papua dari sisi alamnya yang kaya, dan menggiurkan. Di sisi lain Papua melihat para pendatang dari sisi perilaku orang non-Papua terhadap orang asli Papua (OAP).

Tentu saja tidak ada titik temu.

Keduanya lupa, bahwa Papua tidak hanya kekayaan alam, Papua tidak hanya berbau politik dan HAM. Papua juga punya para entrepreneur dan pengusaha yang mulai belajar berdagang, sama dengan para kaum pendatang di Tanah Papua.

Silahak nsimak saja berita-berita sajian KSU Baliem Arabica di blog berikut:

  1. papuamart.com
  2. blog.papuamart.com
  3. papua.business
  4. baliemarabica.com
  5. papua.coffee
  6. papuacoffees.com
  7. kopi-papua.com
  8. papuamandiri.biz
  9. papua.ws
  10. papua.pw

situs-situs jaringan KSU Baliem Arabica dan anak-anak perusahaannya ini tidak membicarakan kekayaan alam, tidak juga membicarakan banyak tentang penderitaan dan pelenggaran HAM dan Papua Merdeka, yang selalu mewarnai otak dan pemberitaan di Tanah Papua.

Situs-situs ini berbicara tentang harapan-harapan yang terselubung dan yang sudah matang untuk digarap dan ditangani oleh orang Papua.

Harapan-harapan itu ialah peluang berbisnis, kesempatan untuk entrepreneur Papua bangkit, seirama dengan slogan gubernur provinsi Papua, Lukas Enembe: Papua Bangkit!, Papua Mandiri! dan Papua Sejahtera!

Menurut Jhon Yonathan Kwano, ke-wirausaha-an orang Papua belum banyak ditanggapi oleh Gubernur, Bupati dan Walikota, kepala-kepala dinas masih pada tingkat wacana, kursus dan pemberdayaan, mereka belum langsung terjun, mereka juga belum berani mengambil langkah mendanai kegiatan-kegiatan entrepreneur orang Papua, seperti contoh yang jelas ialah minimarket PAPUAmart.com dan kios-kios KKLingkar.com miliki KSU Baliem Arabica yang sudah berdiri hampir dua tahun belakangan dibiarkan begitu saja oleh Lukas Enembe dan seluruh pemerintah di Tanah Papua.

Comments

comments

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment

Skip to toolbar