Perempuan Papua minta pemda selektif beri bantuan usaha

Jayapura, Jubi – Orang Asli Papua tidak boleh kalah, tertinggal, dan terbelakang dari non Papua dalam membuka usaha di bidang apa saja di tanah Papua. Pemberian bantuan oleh Pemerintah Provinsi Papua belum tersentuh secara menyeluruh kepada seluruh orang Papua.

Demikian menurut mama Nely Fakdawer, pemilik usaha depot isi ulang air galon yang berlokasi di Jalan Biak, Abepura kepada Jubi di tempat usahanya, Kamis, (9/3/2017).

Ia menyarankan agar bantuan diberikan kepada mereka yang mau untuk menjalankan usaha dan bukan kepada yang tidak menjalankan usaha tersebut. Menurutnya, banyak bantuan diberikan namun satu dua bulan berjalan sudah macet. Itu karena tidak ada pengawasan dan keseriusan penerima.

“Saya puas dengan usaha yang saya jalankan sekarang dengan hasil usaha saya mampu membiayai anak hingga kuliah, saya juga bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga dan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Meski Nela Fakdawer seorang PNS, ia menambah kegiatan dengan membuka usaha dan mampu bersaing dengan pedagang non Papua di Jayapura. Ia juga memiliki usaha sampingan membuka agen minyak tanah dan penjualan pulsa.

“Saya mengajak siapa saja terutama perempuan Papua yang memiliki usaha, baik di bidang kerajinan tangan seperti noken, tas noken, aksesoris-aksesoris khas Papua yang dijual di jalan-jalan agar dapat membuka ruko atau stan yang layak untuk di kunjungi pembeli,” katanya.

Dalam menjalankan usaha, tambahnya, niat, kemauan, dan kerja keras menjadi modal utama untuk sukses.

Mama Helena Oagai, penjual ikan mujair di Pasar Youtefa juga berharap bantuan yang diberikan pemerintah daerah harus kepada mereka yang betul-betul memiliki usaha yang pasti dan bertahan lama. Selain itu disertai pengawasan yang rutin oleh dinas pemberi bantuan. (*)

Comments

comments

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment

Skip to toolbar