Jurus Jitu Pengembangan Ekonomi Papua

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, merata dan berkualitas. FGD ini menghasilkan strategi untuk pengembangan ekonomi Papua.

Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta menjelaskan, strategi jangka pendek untuk pengembangan ekonomi Papua diantaranya, mengembangkan ekonomi berbasis masyarakat dan produk Papua, melalui usaha mikro kecil dan menengah dengan meningkatkan akses permodalan dan penguasaan teknologi tepat guna.

Kemudian menarik investasi swasta untuk mengembangkan industri pengolahan Papua dengan kemudahan perizinan usaha dan penggunaan lahan.

Arif menambahkan, strategi pendek lainnya yaitu merevitalisasi industri pengolahan ikan melalui pembangunan infrastruktur yang memadai seperti kelistrikan dan cold storage, kucuran kredit, usaha pemberantasan ilegal fishing dan pendampingan nelayan untuk penggunaan teknologi budidaya maupun penangkapan ikan.

“Mendorong industri pengolahan kayu terpadu, salah satunya dengan kepastian izin pengolahan dan pengelolaan kayu dan pemberantasan ilegal logging. Juga mendorong dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan distribusi aset yang dicanangkan oleh pemerintah pusat,“ kata Arif, Selasa 18 April 2017.

Strategi jangka pendek lainnya, kata Arif, meningkatkan promosi wisata Papua dengan menempatkan promosi wisata Papua di tempat-tempat strategis, seperti bandara, memberikan insentif kepada wisatawan lokal dan mancanegara untuk mempromosikan pariwisata Papua melalui media sosial, media elektronik dan media promosi lainnya.

Lalu membuat kanal khusus untuk mempromosikan pariwisata andalan Papua berbasis web dan media sosial lainnya. Sementara jangka panjang salah satunya peningkatan akses dan mutu kualitas sumber daya manusia, “tuturnya.

Arif menegaskan, dengan melakukan seluruh strategi yang sudah disusun, maka dapat berpotensi untuk mendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Papua meningkat sebesar 1,04 persen dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 0,02 persen. ***(Syahriah)

Comments

comments

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment

Skip to toolbar