Ini Catatan Penting untuk Festival Danau Sentani ke-10

KABARPAPUA.CO, Sentani – Dalam pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) yang ke-10 pada 19-23 Juni 2019 ini, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan penyelenggara. Bahkan Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengajak dunia usaha mengelola FDS dengan membuat Home Stay di sekitar Danau Sentani, agar memberikan pemasukan bagi masyarakat sekitar.

Tarian di atas Danau Sentani, salah satu acara di Festival Danau Sentani. (KabarPapua.co/Lazore)

Tarian di atas Danau Sentani, salah satu acara di Festival Danau Sentani. (KabarPapua.co/Lazore)

“Sepuluh tahun FDS dilaksanaka, harapan saya dikelola baik agar masyarakat mendapatkan dampak langsung,” kata Enembe usai membuka FDS ke-10 di Kalkhote, Kampung Harapan, Senin 19 Juni 2017.

Namun untuk Home Stay, kata Lukas, pihaknya berharap nantinya tak merusak tatanan adat masyarakat setempat. “Itu harapan saya, siapapun pengusaha yang masuk silahkan asalkan menguntungkan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Asisten Deputi Pengembangan Bisnis Pariwisata Kementrian Pariwisata, Tasmir mengatakan, satu-satunya festival yang dilaksanakan secara konsisten selama 10 kali berturut-berturut hanya FDS.

“Ini luar biasa. Ini aset bangsa bukan saja aset Papua. Untuk itu, kedepan selayaknya pembiayaan FDS ini dilakukan oleh pihak swasta. Sebab tempat lain juga sudah digerakkan dunia usaha,” jelas Tasmir memberi saran.

Semenatara, Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw mengakui tak memiliki target berapa jumlah wisatawan asing yang akan berkunjung.

“Kami lebih fokus untuk berdayakan wisatawan lokal dalam memanfaatkan apa yang sudah disiapkan dalam festival ini,” ujar Mathius usai membuka FDS ke-10 di Kalkhote, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin, 19 Juni 2017.

Menurut Mathius, masyarakat lokal yang ada sebagai dasar untuk diperkuat supaya yang dari luar akan tertarik untuk berkolaborasi dengan apa yang ada di Danau Sentani. Kami berharap jika swasta bisa kelola FDS bisa membangun kerja sama lebih bagus dengan negara-negara lainya,” ungkapnya.

Namun Mathius tetap berharap pengunjung FDS ke-10 ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. “Nanti bisa lihat saja disaat-saat penutupan pasti banyak pengunjung,” katanya.

Mathius juga mengakui, kawasan Danau Sentani tak cukup untuk menampung para pengunjung pada tahun-tahun yang akan datang. “Kami kewalahan karena kawasan ini tak lagi bisa menampung para pengunjung. Ini tantangan untuk kami, sehingga kedepan lahan yang tiga hektar kami akan perluas lagi,” ungkapnya. ***(Fitus Arung)

Comments

comments

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment

Skip to toolbar