Sekretaris Kementerian Pertanian PNG berpotensi tingkatkan pamor instansinya

Oleh Michael Bourke dan Brendan Jinks, TabloidJubi

Kementerian Pertanian dan Peternakan PNG (Department of Agriculture and Livestock; DAL) saat ini sedang mencari sekretaris baru. - Development Policy Centre, Australian National University/ DFAT/ Flickr

Kementerian Pertanian dan Peternakan PNG (Department of Agriculture and Livestock; DAL) saat ini sedang mencari sekretaris baru. – Development Policy Centre, Australian National University/ DFAT/ Flickr

Sebagian besar masyarakat Papua Nugini (PNG), sangat bergantung pada pertanian untuk produksi swasembada dan untuk menghasilkan pemasukan berbasis tunai. Pertanian berskala kecil adalah tulang punggung ekonomi nasional PNG, namun output dan dampaknya dalam hal kontribusi terhadap lapangan pekerjaan dan perdagangan, sampai sekarang belum bisa diukur secara akurat dan tidak diketahui umum.

Bangsa modern yang sangat bergantung pada pertanian seperti PNG, memerlukan Kementerian Pertanian proaktif yang bisa mengambil kepemimpinan dalam pembangunan dibidang pertanian.

Peran Kementerian ini seharusnya termasuk memberikan nasihat kepada kementerian dan organisasi pemerintah lainnya, tentang kebijakan-kebijakan dan program; menyusun dan menerbitkan informasi, data, dan statistik yang dapat dipercaya; program pendidikan dan sosialisasi; pengembangan kapasitas; dan mendukung persiapan untuk menanggapi bencana alam.

Kementerian Pertanian PNG telah memiliki banyak pencapaian di masa lalu. Ia bertanggung jawab untuk memperkenalkan potensi ekspor makanan dan tanaman di PNG, serta berhasil mengembangkan sektor kopi, kakao, kelapa sawit dan makanan segar dalam ekonomi nasional. Banyak usaha-usaha dalam sektor pertanian lainnya yang juga berhasil dipromosikan, meskipun outputnya tidak seperti yang diharapkan, terutama produksi tanaman biji-bijian dan umbi-umbian.

Kementerian Pertanian dan Peternakan PNG (Department of Agriculture and Livestock; DAL), saat ini dipandang sebagai kementerian dengan sumber daya terbatas, kementerian ini seringkali diabaikan oleh badan-badan nasional lainnya, bahkan dalam urusan yang terkait bidang pertanian dan perdesaan. Tampaknya ada sentimen, bahkan dalam kementerian itu sendiri, bahwa mereka tidak akan pernah mencapai potensi sepenuhnya. Staf yang terampil dan berkualifikasi terpaksa berusaha berbuat sebaik mungkin, di tengah-tengah keadaan yang sulit.

Saat-saat ini adalah momen yang kritis bagi DAL. Posisi Sekretaris DAL telah diiklankan di PNG pada akhir Mei 2018 lalu, dan penunjukan Sekretaris Kementerian yang baru akan menyediakan kesempatan unik untuk mengubah haluan kementerian itu. Pemerintah PNG menjanjikan visi mereka untuk pengembangan bidang pertanian, melalui penyusunan dan penandatangan perjanjian dalam negeri Alotau Accord II, dan masih ada peluang bagi mereka untuk mengaktualkan reformasi kebijakan itu, di bawah kepemimpinan seorang sekretaris baru.

Tantangan-tantangan, baik yang baru maupun yang lama, memerlukan masukan dari sebuah kementerian pertanian nasional. Masukan ini termasuk data untuk mendukung pengambilan kebijakan tentang perubahan iklim dan penghitungan carbon accounting. Kerugian masyarakat perdesaan akibat bencana alam, seperti kekeringan dan gempa bumi, dapat berkurang jika mereka memiliki sumber pemasukan tunai. Sumber pendapatan tunai yang paling penting bagi sebagian besar penduduk daerah pedesaan adalah dari penjualan hasil pertanian mereka, dan tentu saja, mereka memerlukan bantuan kementerian pertanian nasional untuk memfasilitasi penjualan ini.

Di sini kami sarankan beberapa peran yang harus dimainkan oleh kementerian pertanian nasional PNG agar mereka dapat berkontribusi kepada bangsanya.

Fungsi-fungsi DAL pembangunan pertanian

Peran DAL dapat ditingkatkan untuk memfasilitasi pengembangan usaha-usaha terkait tanaman dan hewan inovatif, terutama untuk produk-produk pertanian yang belum dibudidayakan oleh badan pertanian yang telah ada. DAL juga harus memberikan dukungan, informasi, pelatihan, dan koordinasi kepada sektor primer tingkat provinsi, LSM, dan organisasi lainnya yang terlibat dalam sektor pertanian. Selain itu, kementerian pertanian nasional harus menyusun atau berkontribusi pada kebijakan-kebijakan tentang ketahanan pangan, gizi, dan prioritas lainnya untuk pembangunan bidang pertanian.

Penasehat

Memberikan nasihat tentang semua aspek produksi pertanian kepada Menteri Pertanian, menteri pemerintah lainnya, pemerintah provinsi, sektor agribisnis swasta, LSM, gereja, dan mitra serta pemangku kepentingan perdesaan lainnya yang terlibat dalam pembangunan pertanian.

Fungsi DAL juga sebagai penasehat dengan memberikan nasihat kepada badan-badan internasional, termasuk Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, badan PBB lainnya, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian (IFAD), dan mitra pembangunan bilateral lainnya.

DAL yang baru harus berkolaborasi dengan semua badan dalam industri pertanian di PNG, terutama mereka yang terlibat secara langsung dengan penelitian dan pengembangan sektor kopi, kelapa sawit, kakao, kopra, makanan segar, ternak, karet, dan rempah-rempah, serta pangan dengan badan lainnya yang memiliki dampak pada sektor pertanian, khususnya badan karantina dan pendanaan pengembangan kawasan perdesaan.

Selain itu DAL juga wajib membina kemitraan yang kolaboratif dengan lembaga-lembaga terkait, dalam pelatihan di bidang pertanian dan sumber daya alam, termasuk Universitas Teknologi, Universitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas PNG, dan Universitas Goroka.

Informasi, data, dan statistik

DAL juga seharusnya berperan dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menghasilkan statistik tentang produksi pertanian dan harga pasar, termasuk produk pangan dalam negeri, produk pangan yang dipasarkan, ekspor tanaman dagang, hewan dan produk hewan dalam negeri, dan ekspor hewan dan produk hewan; menganalisis, memperbaharui, dan menyediakan informasi dari pangkalan data nasional; dan memberikan informasi tentang komponen emisi karbon dari sektor pertanian kepada Badan Perubahan Iklim dan Pembangunan PNG (Climate Change and Development Authority).

Pendidikan dan sosialisasi

Beberapa peran DAL dalam pendidikan dan sosialisasi adalah menyediakan informasi dan data untuk publik dalam media, yang dapat diakses secara daring dan bentuk publikasi yang lebih tradisional, dan memfasilitasi lokakarya dan konferensi mengenai pertanian dengan ahli dari setiap sektor dan pemangku kerpentingan lainnya, dan mempublikasikan hasil lokakarya dan konferensi itu dalam bentuk hard copy dan daring.

Pengembangan kapasitas

Pengembangan kapasitas menekankan DAL agar melatih dan membimbing lulusan pertanian dalam semua aspek pembangunan pertanian, transfer dan penyerapan teknologi pertanian, serta mengumpulkan informasi tentang teknik, praktik terbaik, dan pendekatan internasional dan menggabungkannya ke dalam rencana dan program sosialisasi di tingkat provinsi.

Bencana alam

DAL yang baru harus mengambil peran kepemimpinan dengan memberikan saran kepada lembaga pemerintah, non-pemerintah, internasional, dan badan-badan gereja lainnya selama bencana alam, termasuk membantu analisis dampak bencana alam dan bantuan. DAL juga sebaiknya meningkatkan kerja sama dengan badan pertanian lainnya, memfasilitasi distribusi tanaman pangan tertentu, terutama tanaman yang paling diperlukan setelah bencana alam, termasuk jagung, ubi jalar, kentang Inggris, kacang-kacangan, labu, dan singkong.

Langkah berikutnya

Pertama, kapasitas dan kesenjangan dalam DAL saat ini harus dievaluasi melalui studi atas lingkup kerja DAL oleh tim ahli. Proses ini harus mencakup konsultasi dengan manajemen senior, yang telah menjabat untuk mencari masukan tentang kekurangan DAL yang perlu dihadapi. Para pemangku kepentingan lainnya di PNG, termasuk kementarian lainnya, sektor swasta yang relevan, LSM, dan mitra-mitra pembangunan juga harus diajak berkonsultasi.

Komposisi staf DAL harus dipandu oleh rekomendasi dari hasil studi itu, dan mencakup gabungan antara spesialis senior bidang pertanian, lulusan bidang pertanian, dan staf administrasi, termasuk mereka yang memiliki keahlian dalam mengelola perpustakaan khusus, arsip, publikasi, statistik, dan dalam penggunaan Sistem Informasi Geografis. (Development Policy Centre, Australian National University)

Comments

comments

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment

Skip to toolbar