Kafe Blessing, hadir untuk menginspirasi anak muda Papua

Pelanggan kafe Blessing saat menikmati menu pesanan mereka - Jubi/Yance Wenda
Pelanggan kafe Blessing saat menikmati menu pesanan mereka – Jubi/Yance Wenda

Sentani, Jubi – Tak ada rotan, akarpun jadi. Tak perlu modal besar, hanya berbekal keyakinan bahwa dia mampu, dimulailah usaha ini. Bermodal gerobak sederhana dan empat pasang meja kursi yang ditata di halaman sebuah rumah toko (ruko), jadilah kafe Blessing sebagai tempat nongkrong anak muda di seputaran Pos VII, Sentani, kabupaten Jayapura.

“Saya yakin, selama ada kemauan, anak muda Papua juga bisa berbisnis, mampu mengelola sebuah usaha. Dengan keyakinan inilah saya buka usaha kecil-kecilan ini. Saya pilih kafe sederhana, tempat nongkrong anak muda. Saya beri nama kafe Blessing agar pengunjung yang datang juga diberkati dengan pelayanan kami,” kata pemilik kafe Blessing, Tresya Kogoya, saat ditemui Jubi di kafenya, Jumat (6/10/2017).

Tresya mengatakan kafe yang terletak di samping pangkalan Pos VII Sentani ini baru dibuka sekitar 1,5 bulan lalu, tapi sudah terlihat mulai ramai pengunjung. Kebanyakan adalah kawula muda.

“Puji Tuhan, kafe berjalan lancar dan tidak ada kendala yang terlalu sulit dilalui. Pengunjung sudah mulai banyak. Kafe buka pukul dua siang sampai 12 malam pada akhir pekan. Hari Senin sampai Jumat hanya buka sampai pukul 11 malam,” kata Tresya, yang masih tercatat sebagai mahasiswi semester 3 jurusan Manajemen di Universitas Cenderawasih Jayapura ini.

Perempuan asal Lanny Jaya ini menjelaskan kafe yang baru dibuka ini memang terlihat belum seramai kafe-kafe di seputaran kota Jayapura yang sudah punya nama. Namun dirinya yakin, kafe yang dikolalanya lambat laun akan berkembang.

“Tempatnya sederhana dan menu yang kami sediakan pun sederhana dengan harga sangat terjangkau. Ada mie telur, Pop Mie, kue coklat, kopi hitam, white coffee, coffee latte, ABC Mocca, Nescafe, teh, susu putih, dan kopi susu. Harga makanan dan minuman disini murah meriah, antara Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu,”  ucap perempuan 20 tahun ini.

Perempuan berdarah tanah Tabi ini mengatakan peralatan yang digunakan di kafenya sebagaian bantuan dari keluarga dan sebagian lagi dari usaha sendiri.

“Kalau rame satu hari bisa dapat Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. Kalau pengunjung lagi kurang hanya bisa bawa pulang uang antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Satu minggu rata-rata bisa kumpul uang antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta,” tuturnya.

Tresya bermimpi, selain kafe Blessing yang dikelolanya, satu saat akan muncul kafe-kafe lain atau tempat usaha lain, misalnya Papua Mart – tempat belanja kebutuhan rumah tangga – yang dimiliki dan dikelola anak Papua.

“Saya harap kafe ini bisa berjalan lancar dan keberadaannya dapat menginspirasi dan memotivasi  anak muda Papua untuk berwirausaha dan bukan hanya bermimpi menjadi PNS,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Diton Wonda, seorang pelajar SMA, mengatakan sudah mengetahui keberadaan kafe Blessing.

“Iya, su tahu kalo di Pos VII ada kafe. Yang punya anak asli Papua to. Kalau siang sebelum pengayaan di sekolah, kalau pas ada uang, kita main ke situ. Tapi kalau malam itu paling rame apa,” ucap Diton Wonda. (*)

10 ribu pengusaha OAP akan temui gubernur

KAPP dan Himpari Papua gelar jumpa pers di kantor KAPP Pusat - Juni / Hengky Yeimo
KAPP dan Himpari Papua gelar jumpa pers di kantor KAPP Pusat – Juni / Hengky Yeimo

Jayapura, Jubi  Sekitar 10 ribu anggota Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) dan Asosiasi Lokal Pengusaha Papua yang tergabung dari 15 organisasi usaha, rencananya akan bertemu gubernur, 31 Agustus 2017 mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Merry Yoweni, kepada sejumlah awak media dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat KAPP, di Perumnas Satu Waena, Selasa (22/8/2017).

Merry Yoweni mengatakan, pengusaha yang akan bertemu gubernur itu, mulai dari pengusaha penjual pinang, mini mikro, pemilik CV dan PT.

“Untuk menyampaikan mengenai peraturan gubernur tentang kebangkitan Orang Asli Papua (OAP). Kami akan menghadap gubernur  untuk menandatangani pergub petunjuk teknis pelaksanaan perdasus No 18, terkait ekonomi berbasis masyarakat. Agar tiga persen dari otsus itu diberikan kepada pengusaha asli papua supaya bisa membantu perekonomian orang asli papua,” kata Merry Yoweni.

Merry Yoweni mengatakan, sepanjang proses ini berjalan pihaknya baik dari KAP maupun asosiasi pengusaha asli papua, memutuskan bersatu memperjuangkan hak orang asli papua.

“Selama ini kami OAP sangat susah mengakses permodalan ke perbankan,” kata Yoweni.

Ia menambahkan, selama 72 tahun orang Papua berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi tidak ada orang Papua yang bisa diandalkan dalam dunia usaha.

“Sudah saatnya kami bangkit untuk meminta hak-hak kami kepada pemerintah sebagai aktor utama pembangunan di atas tanah Papua,” katanya.

Sementara itu perwakilan Himpunan Pengusaha Pribumi Asli Papua (HIMPARI PAPUA) Frangky Mirino mengatakan, pihaknya telah mempunyai badan hukum di bawah naungan KAP Papua.

“Kami ingin maju dan meningkatkan ekonomi kerakyatan yang dimiliki OAP. Di bawah payung KAPP kami dibentuk untuk bisa maju bersama saudara serumpun di Tanah Papua untuk membangun ekonomi,” katanya. (*)

Wamena, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama pemerintah Provinsi Papua sedang membentuk regulasi khusus untuk memberikan peluang pekerjaan bagi para pencari kerja Orang Asli Papua (OAP) khususnya di Jayawijaya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustriaan dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya, Semuel Munua mengatakan, tahapan yang telah dilakukaan adalah berdiskusi dengan para investor-investor yang beroperasi di Jayawijaya.

“Kita ingin membuat regulasi yang nanti diterbitkan dalam SK bupati untuk pemanfaatan tenaga lokal, karena kita lihat di toko, kontraktor itu jarang mereka menggunakan tenaga orang asli Papua,” kata Munua kepada wartawan usai membuka sosialisasi penyusunan kebijakan standariasi lembaga penyalur tenaga kerja disalah satu hotel di Wamena, Rabu (2/8/2017).

Menurutnya, setelah ada regulasi tersebut, dipastikan para pencari kerja di Jayawijaya akan terakomodasi dalam pekerjaan-pekerjaan yang ada di daerah.

Melalui pertemuan itu juga, bersama pengusaha perhotelan, restoran dan kios, Semuel berharap ada masukan terkait persoalan tenaga kerja di Jayawijaya.

“Kita juga akan memberikan pelatihan bagi pencari kerja, supaya penyedia pekerjaan mengakomodasi tenaga kerja Papua walaupun hanya untuk campur semen dan pasir (kuli bangunan) atau angkat pasir,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perlu adanya pelatihan rutin bagi pencari kerja pribumi agar mereka mampu bersaing dengan pencari kerja non-pribumi.

“Kondisi yang ada, campur semen (kuli bangunan) saja harus didatangkan dari luar Papua. Kadang kita punya pekerja lokal ini kerja sedikit, maunya banyak,” katanya.

Sementara itu, Kasubag Syarat Kerja pada dinas tenaga kerja Provinsi Papua, Melky Bosawer menjelaskan, hal ini pun sesuai dengan Undang-Undang No. 13/2003 tentang ketenegakerjaan, lalu undang-undang nomor tentang sistem lapor perusahaan, sehingga tugas pemerintah ialah melakukan bimtek atau sosialisasi atau pemahaman kepada pimpinan perusahaan maupun karyawan, dan masyarakat soal perekrutan tenaga kerja.

“Untuk memberikan pemahaman tentang norma-norma yang mengatur tentang suatu perusahaan yang beroperasi di Jayawijaya ada syaratnya. Sehingga perlu bersama sharing, sehingga setiap perusahaan kembali ke rambu-rambu undang-undang ketenagakerjaan, sehingga kewajiban dan hak suatu perusahaan bisa menjalani optimalisasi dengan baik,” kata Melky Bosawer.

Untuk tenaga lokal yang dipekerjakan di setiap perusahaan di Papua sendiri, menurut Melky presentasi di Papua tidak stabil karena tiap tahun ada perubahan sehingga masing-masing regulasi setiap kabupaten berbeda.

“Kami juga berharap adanya kebijakan bupati sehingga ada perda dalam rangka membina orang asli Papua, sehingga memberikan pelatihan sehingga dapat dijumlah regulasinya berapa yang dapat terserap di dunia kerja khususnya bagi orang asli Papua,” katanya. (*)

Phulende Art Shop perkenalkan karya Mama-Mama Papua

Sentani, Jubi – Untuk memajukan ekonomi Papua, khususnya di bidang kerajinan tangan, kini Phulende Art Shop hadir khusus menjual hasil kerajinan Mama-Mama Papua.

“Art Shop Phulende ini sudah ada sejak 28 Februari 2017 di jalan masuk Kalkhote ini, usaha ini dari Biro Kesra  yang pemiliknya Ibu Yuliana Romsumre, salah seorang pelaksana usaha kerajinan Mama-Mama Papua,” kata Fenny Rumrurer kepada Jubi, Jumat (16/6/2017).

Fenny mengatakan, hasil kerajinan tangan yang dijual di Phulende Art Shop ini semua dari hasil kerajinan tangan Mama-Mama Papua dari berbagai daerah.

“Barang -barang yang ada di sini semua berkualitas didatangkan baik dari pegunungan maupun pesisir pantai, dari Wamena, ‘ Paniai, Sentani, Byak, Serui, dan daerah lainnya,” jelasnya.

Rumrurer, perempuan asal Byak ini mengatakan, hasil kerajinana tangan yang dijual bermacam, juga beragam harga. Mulai dari harga termurah hingga yang mahal.

“Ada noken dari benang, dari anggrek, ada bungga dari pakis, ada kulit kayu yang diukir, ada gantungan kunci, topi bulu ayam, anting-anting, dan barang-barang lainnya, harga juga beragam paling murah anting-anting Rp10 ribu dan yang paling mahal noken anggrek Rp2,5 juta,” jelasnya.

Meski baru berdiri beberapa bulan, pengunjung toko yang buka Senin sampai Sabtu mulai 07.30 WIT hingga 16.00 WIT ini lumayan banyak. Sehari ada 40 pengunjung, meski kebanyakan hanya melihat-lihat.

“Ada juga yang memberikan masukan, baik juga buat kami dan juga mereka sangat senang karena sudah ada tempat kerajinana khusus buat orang Papua,“ucap perempuan 25 tahun ini.

Seorang pengunjung, Ruddy mengaku senang ada toko khusus menjual kerajinan Mama-Mama Papua.

“Jadi kita tidak bingun jika ingin mencari kerajinan Papua, tinggal datang ke sini,” ujarnya.(*)

Salah satu hal yang paling mencengangkan dalam dinamika bisnis terutama yang masih baru dan berskala kecil dalam pasar ialah begitu banyaknya peluang yang datang menghampiri. Yang sering terjadi ialah perusahaan yang lebih besar dan mapan menghubungi startup untuk membicarakan mengenai kemitraan teknis dengan startup dengan ruang dan cara yang lebih canggih. Perusahaan yang lebih besar memiliki kompetensi inti yang sudah teruji keberhasilannya, sumber dayanya juga lebih berlimpah namun biasanya memiliki keterbatasan jumlah insinyur.

Sebuah startup yang bekerja dalam ruang terbatas dianggap sebagai cara paling cepat untuk mengumpulkan solusi perusahaan besar. Sebanyak 95% dari waktu yang tersedia, startup seharusnya tidak menyambut semua peluang dengan begitu mudah.

Jadi kapan saatnya yang tepat Anda mengiyakan sebuah peluang? Mari kita cermati sejumlah alasan berikut:

1. Kemitraan sudah menjamin minimum pemasukan untuk startup bersangkutan dan dana memiliki makna dan peran penting di sini.
2. Belum ada pekerjaan teknik terkustomisasi untuk dikerjakan (misalnya startup memiliki API dan perusahaan besar bisa melakukan semua hal yang mereka ingin lakukan tanpa kustomisasi)
3. Kemitraan seperti yang diajukan merupakan bagian strategi inti startup dan akan menjadi yang pertama dari banyak yang bertampilan serupa.

Cukup tersanjung jika dapat membicarakan hal ini dengan perusahaan yang lebih mapan tetapi tentu tanpa strategi dan rencana matang. Bisa saja semua itu menghabiskan waktu dan tenaga Anda. Saran terbaik yang bisa Anda lakukan ialah jangan terlalu memikirkannya kecuali memenuhi syarat-syarat di atas. (bn)

Sumber:http://www.ayopreneur.com/

Perjalanan menjadi miliarder bukanlah hal yang mudah. Butuh kerja keras, waktu, tenaga, hingga keuletan. Selain itu juga, pola pikir menjadi faktor penting yang bisa menentukan seseorang jadi orang kaya. Orang kaya dipercaya punya pola pikir yang berbeda dibanding orang lain kebanyakan.

Miliarder Steve Siebold menghabiskan 26 tahun mewawancara orang kaya di dunia sebelum meluncurkan sebuah buku berjudul “How Rich People Think”.

Dia menemukan rahasia bahwa menjadi kaya bukanlah soal mekanisme uang, melainkan cara pandang untuk menggerakkan uang itu.

Dilansir dari Liputan6.com, berikut 7 pola pikir orang kaya yang tidak dimiliki banyak orang.

1. Jadi Kaya Adalah Hak

Orang kaya berpikiran bahwa menjadi kaya adalah hak, sementara rata-rata orang biasa berpikiran bahwa hal itu adalah keistimewaan.

“Pemikir kelas dunia tahu betul bahwa di negara kapitalis mereka memiliki hak untuk menjadi kaya, jika mereka ingin menciptakan nilai yang besar untuk sesama,” ujar Siebold.

2. Memulai Bisnis

Miliarder berpikir bahwa memulai bisnis adalah cara cepat untuk menghasilkan uang, sementara yang lain berpikir bawha terjun ke bisnis adalah hal yang beresiko.

“Kenyataannya adalah, memiliki pekerjaan tidaklah lebih aman daripada punya bisnis,” kata Siebold.

3. Orang Kaya Lebih Cerdas

Orang cerdas beda dengan orang pintar. Siebold menilai orang kaya adalah orang yang cerdas, sementara orang biasa berpikir bahwa orang kaya adalah pintar.

“Jika kunci menjadi kaya raya adalah lulus dengan nilai baik di sekolah atau kuliah, semua lulusan summa cum laude akan jadi orang kaya,” tuturnya.

4. Menciptakan Kekayaan Butuh Tim

Orang kaya berpikir, untuk menciptakan kekayaan tak bisa bergerak sendiri, tapi butuh tim. Sementara orang kebanyakan punya pandangan bahwa jadi orang kaya adalah usaha individu.

“Mereka tahu bahwa membangun kekayaan itu butuh tim, dan mereka fokus pada usahanya untuk mencari orang yang tepat untuk menggerakan ide dan aksinya,” tuturnya.

5. Mencetak Uang Adalah Hal Gampang

Orang kaya berpandangan bahwa mendapatkan uang adalah hal yang mudah. Lain halnya dengan orang kebanyakan yang menganggap bahwa mencari uang adalah hal yang rumit.

“Orang kebanyakan selalu berpandangan bahwa orang kaya itu lebih pintar, lebih beruntung, dan lebih berpendidikan. Tentu saja hal ini tidak benar,” ujar Siebold.

6. Uang Didapatkan Lewat Pemikiran

Miliarder berpendapat bahwa uang itu didapatkan lewat pemikiran, sementara orang biasa beranggapan bahwa butuh waktu untuk dapat uang dan pekerja.

7. Bekerja Sepenuh Hati

Orang kaya bekerja sepenuh hati untuk mencapai tujuan. Sementara orang yang biasa punya orientasi yang berbeda. Mereka percaya bahwa bekerja itu untuk uang.

“Miliarder tahu betul bahwa bekerja dengan tujuan mencari uang adalah strategi terburuk untuk menjadi kaya,” ujar Siebold. (as)

Sumber: http://www.ayopreneur.com/

AyoPreneur – Takaran sukses bagi setiap orang tentu berbeda-beda, namun lebih kea rah hidup bahagia dengan kelancaran bisnis yang ia jalani.

ames Gwee ingin membagi semua formula dari pebisnis terbaik dunia agar Anda bisa menjadi pebisnis yang sukses, orang-orang sukses yang diteliti oleh James Gwee dan memberikan formulanya seperti Norman G Lavine, Wayne Cotton, Al Sizer, dan Alan Cerf, dilansir dari Liputan6.com.

Mereka adalah orang-orang sukses yang mempunyai formula yang sama berbisnis. Di bawah ini ada delapan strategi keberhasilan yang digunakan oleh para orang-orang sukses di dunia:

1. Sukses itu tidak langsung

Pernyataan ini memang benar, sukses memang tidak bisa didapatkan secara instan. Anda juga pasti berpikir hal sama. Orang yang sukses membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan kesuksesannya.

Mereka belajar terus menerus dan terus mencoba pola pola baru yang bisa mereka gunakan untuk berjualan dan mendapatkan banyak keuntungan dalam bisnis.

 

2. Terus belajar

Seperti dari pernyataan pertama, Anda pasti tahu kenapa para orang sukses memang harus banyak belajar dan secara terus menerus. Karena dengan belajar mereka akan mengetahui apa yang jadi kebutuhan pasar dan menganalisanya.

Itulah hal yang membuat kamu harus banyak belajar, Anda harus mengetahui apa saja kebutuhan pasar dan klien. Serta persaingan pasar yang sangat cepat dari waktu ke waktu.

 

3. Banggalah menjadi penjual pada bisnis Anda

Anda harus bangga dengan produk jasa yang kamu jual. Para pebisnis sukses sangat percaya dengan apa yang mereka jual dan mereka bangga dengan profesi mereka.

 

4. Sikap itu nomor satu

Sikap Anda sangat mempengaruhi rasa percaya klien dengan Anda, dengan pelayanan terbaik membuat klien akan selalu datang kembali ke bisnis Anda. Dan tidak mau melirik merek lain.

 

5. Manajemen waktu adalah yang terpenting

Manajemen waktu sangatlah penting buat Anda yang ingin maju dalam usaha yang Anda jalani, jangan membuat para pelanggan Anda menunggu untuk apa yang mereka inginkan. Dan mereka yang sukses tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak penting.

6. Pebisnis sukses punya tujuan dan target yang jelas

Anda harus tahu apa yang menjadi tujuan dari bisnis Anda, serta target pasar dan klien seperti apa yang menjadi sasaran Anda. Dengan merencanakan semuanya, Anda akan tahu mau dibawa ke mana bisnis Anda dan perkembangan setiap waktunya.

7. Punya strategi untuk capai target

Para orang sukses memiliki strategi khusus yang bisa digunakan untuk menjalankan taktiknya. Pebisnis tanpa strategi sama saja dengan berperang tanpa persiapan yang akan mati sia-sia tanpa hasil.

8. Konsisten dan disiplin

Para pengusaha sukses di atas memiliki konsistensi dan disiplin yang sangat tinggi, biarpun metode dan strategi yang berbeda. Karena dengan sikap konsisten dan disiplin kesuksesan akan ada di depan mata mereka. Jadi buat kamu yang mau sukses belajar disiplin dan konsisten buat usaha yang anda jalani sekarang.(vaa)

Majalaharjuna.com, Seiring perkembangan zaman yang didukung perkembangan teknologi nan pesat, telah banyak peluang mendapatkan penghasilan tanpa harus kerja kantoran. Untuk memulai bisnis tidak selalu membutuhkan modal yang banyak. Salah satu konsep bisnis yang sekarang tengah menjadi tren hangat adalah bisnis belanja online.

Managing Director PT Berrybenka Danu Wicaksana mengatakan,  syarat seseorang untuk memulai usaha itu bukan punya modal dulu, tapi punya ide. Pasalnya, perkembangan teknologi yang semakin maju membuka peluang bagi siapa saja.

“Memulai bisnis online, umumnya tidak membutuhkan modal yang besar, tetapi Anda harus memiliki ide kreatif yang dapat diterima baik oleh masyarakat. Berbeda dengan bisnis offline, punya ide bagus tanpa didukung modal akan sulit berkembang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Danu menuturkan, di dunia online lebih memungkinkan jika tidak memiliki modal. Sebab, bisnis online banyak menerapkan metode angel investor.

“Angel investor adalah mereka yang mau membiayai seseorang yang memiliki rencana bisnis yang bagus, asalkan mereka percaya dengan ide tersebut dan dengan orang yang akan menjalankannya,” paparnya.

Danu juga menegaskan, jangan sepelekan ide yang anda miliki, selama Anda percaya diri dan memiliki rencana bisnis yang baik sekaligus masuk akal, manfaatkanlah kemajuan teknologi untuk memulai karier sebagai pengusaha.

 

(Kush)

Ridwan Kamil, Government Entrepreneur dari Bandung

AyoPreneur – Sebagai bagian dari misi besarnya untuk membuat Bandung sebagai kota yang paling bahagia dan manusiawi di Indonesia, wali kota Bandung Ridwan Kamil (43) juga bercita-cita mendirikan technopolis di wilayahnya. Konsep technopolis sendiri itu mirip dengan Singapura, yang memungkinkan warga menggunakan kartu cerdas untuk mengakses berbagai layanan dan transportasi publik. Berbagai aplikasi spesifik dalam kota juga akan diciptakan untuk itu.

Berlatar belakang arsitektur dan perencanaan perkotaan, Ridwan yang kerap disapa Emil ini mengatakan bahwa teknologi informasi dan digital membuat risiko tindak korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi lebih rendah. Penggunaan teknologi informasi dan digital yang tepat guna dapat membantu mewujudkan transparansi dalam pemerintahan yang Ridwan jalankan, sebuah misi yang ia juga ingin realisasikan di Bandung.

Sebelum menjadi pejabat publik seperti sekarang, Ridwan Kamil lebih dikenal sebagai seorang entrepreneur dan arsitek. Urbane adalah bisnis yang ia dirikan bersama rekan-rekannya di tahun 2004. Nama besar Urbane tidak hanya dikenal di tanah air tetapi sampai ke mancanegara. Mereka terlibat dalam proyek-proyek real estate mewah di luar negeri, misalnya Syria Al-Noor Ecopolis (Suriah) dan Suzhou Financial District (Tiongkok). Tim Urbane yag diperkuat sejumlah profesional muda dengan ide-ide inovatif dalam menciptakan berbagai solusi terhadap problem desain lingkungan dan perkotaan. Tak hanya giat di sisi komersial, Urbane turut merintis proyek nirlaba Urbane Project Community, dengan mengedepankan visi dan misi membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan untuk memberikan sumbangsih dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah sekitarnya.

Ridwan adalah sekelompok kecil politisi muda yang mencoba menggeser dominasi oligarki dengan memangkas jalur birokrasi ala Indonesia yang dikenal berbelit-belit dan tidak efisien. Ia juga tidak segan menelurkan konsep dan gagasan inovatif demi memodernisasikan kota yang ia kelola.

Agar hal ini bisa terwujud, Ridwan dan jajarannya bekerja  keras untuk menarik para investor potensial seperti perusahaan-perusahaan tekologi dan pelaku industri kreatif agar bersedia datang dan menanamkan modal ke Bandung.

Salah satu yang sudah ia wujudkan ialah sebuah pusat komando operasional kota Bandung, sebuah konsep yang ia dapatkan dari film Start Trek. Dari sana, wali kota yang juga giat di jejaring sosial itu bisa memantau jalannya pemerintahan di Bandung dengan lebih terorganisir dan efisien, seperti Kapten Kirk yang menjalankan USS Enterprise mengarungi ruang angkasa.

Pria pendiri komunitas pertanian perkotaan Indonesia Berkebun itu menempuh sejumlah langkah yang inovatif dalam menjalankan perannya sebagai pejabat publik. Meskipun sempat mendapatkan cibiran dan kritikan, Ridwan menggagas pemasangan hotspot/ jaringan Internet nirkabel di sejumlah masjid di kota Bandung untuk menarik generasi muda agar mau menghabiskan waktu di masjid daripada di tempat-tempat lain.

Ridwan yang aktif di Instagram dan Twitter itu juga menggagas ide pendirian sebuah skywalk yang mirip dengan High Line Park di New York City, AS. Di sana, warga bisa menikmati hamparan vegetasi hijau asli lokal di atap datar bangunan beton dan menikmati pemandangan lansekap kota yang sangat menakjubkan di malam hari. Ide itu serasi dengan passion Ridwan dalam bidang cocok tanam di wilayah perkotaan yang sempat membuatnya dikenal oleh masyarakat luas sebelum kemudian menjadi pejabat.

Government entrepreneur dengan mindset non-konformis ini juga berhasil menambah ruang hijau terbuka di kota berpenduduk 2,5 juta jiwa itu, agar warganya bisa berolahraga secara gratis. Taman-taman dibuka untuk memperindah dan menambah kapasitas ‘paru-paru kota’. Seperti Jakarta beberapa dekade lalu, Bandung juga mulai dirundung masalah lingkungan hidup seperti polusi lingkungan yang makin parah, kemacetan yang terus mencekik dan sampah yang hampir tidak tertangani.

Untuk mencegah kemacetan agar tidak separah Jakarta, Ridwan memiliki strategi perbaikan saran transportasi umum. Moda transportasi yang dikembangkannya yaitu cable car dan monorail (masih dalam pengembangan). Bagi warga yang lebih suka berolahraga, ia juga menyuguhkan alternatif:program peminjaman sepeda. Program itu menjadi yang pertama di tanah air.

Keberpihakan lulusan University of California itu pada kelompok masyarakat ekonomi lemah ditunjukkan dengan memberdayakan koperasi dan ekonomi kerakyatan. Misalnya, baru-baru ini ia mengajukan ide layanan pesan antar sembako bagi para buruh dan masyarakat kecil melalui koperasi. Harganya bisa lebih murah dari minimarket atau warung, ujarnya. “Saya mau mencari entrepreneur yang dapat mengambil keuntungan ini dengan jalan pengiriman ke komunitas.”

Agar masyarakat Bandung mampu mandiri dan lebih produktif, Ridwan membangun sejumlah pusat-pusat kegiatan kreatif di titik-titik permukiman kumuh.

Kerja keras Kang Emil dan pemerintahannya tidak sia-sia. Bandung berhasil memperbaiki peringkatnya dalam hal tingkat livability (kelayakan untuk ditinggali) dalam skala nasional hingga menduduki ranking tujuh sejak ia menduduki posisi wali kota tahun 2013. (Wiki/Kompas/WSJ/Akhlis)

Sumber berita: IndonesiaTimur.co, 30 Juli 2014

Nabire – Ekonomi orang Papua akan berkembang jika orang muda Papua bangkit dan kembali kepada budaya kerja yang sudah ada sejak dulu. Sebaliknya, jika anak muda Papua tidak bekerja dan suka poya-poya, maka ekonomi tidak akan berkembang baik bahkan terhambat. Hal itu diungkapkan oleh Dosen ekonomi di Nabire, Lamba Toding belum lama ini.

Toding mengungkapkan, generasi muda Papua harus membangun ekonomi rakyat karena masa depan Papua berada di pundak kaum muda.

“Jika anak-anak muda tidak berpikir wiraswasta, ke depan tanah Papua akan dikuasai oleh orang lain,” katanya seperti dilansir majalahselangkah.com.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Mee-Pago, Ruben Edowai juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, generasi muda Papua harus meninggalkan budaya malas dan boros waktu, tenaga dan harta.

“Generasi muda perlu renung kembali jati diri manuasi Papua, menggali budaya orang asli Papua, mencintai tanah Papua, etnis Papua, serta jati dirinya, sebagai manusia Papua,” tutur Ruben.

Selama ini, kata Ruben rakyat Papua tetap menderita dan miskin terus dimonopoli atau dikuasai kaum pendatang.

“Hasil hutan, kekayaan alam Papua yang kaya raya dikuras, dibawa ke Jakarta dan mereka jadi kaya raya di atas tanah orang Papua,” ungkapnya.

Sedangkan orang Papua, lanjut Ruben, menjadi penonton dan miskin di tanahnya sendiri.

“Ke depan para generasi bangsa Papua harus berubah pikiran, kembali dan tidak boleh jual-jual lagi jati diri orang Papua,” jelas Ruben.

Skip to toolbar