Ini pesan Gubernur Mandacan kepada pengusaha OAP

Tatap muka ratusan pengusaha OAP bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat - Jubi/Hans Arnold Kapisa
Tatap muka ratusan pengusaha OAP bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat – Jubi/Hans Arnold Kapisa

Manokwari, Jubi – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengatakan pembagian paket proyek kepada pengusaha Orang Asli Papua (OAP) belum maksimal merata, karena Pemerintah Provinsi Papua Barat belum memiliki data lengkap jumlah pengusaha OAP.

“Tahun ini memang belum maksimal pembagian paket proyek khusus untuk pengusaha OAP di Papua Barat, karena data pengusaha OAP belum lengkap kami terima,” ujar Mandacan, saat tatap muka bersama ratusan pengusana OAP di kantor Gubernur Papua Barat, Rabu (12/9/2018).

Dikatakan Mandacan, draf pembagian paket proyek untuk pengusaha OAP di Papua Barat telah disiapkan. Diharapkan tahun 2019 sudah bisa berjalan. Tahun ini Pemerintah Provinsi Papua Barat mengalokasikan Rp 660 miliar di setiap OPD (organisasi perangkat daerah) termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk paket pekerjaan dibawah Rp 500 juta untuk menjawab aspirasi pengusaha OAP.

Lebih lanjut dikatakan Mandacan, data sementara yang diterima, pengusaha OAP di Papua Barat saat ini sebanyak 2.366. Paket pekerjaan yang tersedia saat ini sebanyak 2.281 paket diluar dari 119 pengusaga non OAP yang sudah diserahkan terlebih dahulu oleh beberapa OPD.

“Dalam waktu dekat, kami akan sesuaikan untuk bisa menjawab semua pengusana OAP. Kita berusaha agar 2019 harus lebih baik dari tahun ini. Karena yang penting adalah data, supaya kita melangkah maju,” ujar Mandacan.

Untuk saat ini, kata Mandacan, paket pekerjaan dan nilai yang disiapkan untuk pengusaha OAP yaitu dibawah Rp 1 miliar, bisa dengan penunjukan langsung.

“Diatas Rp 1 miliar sampai Rp 2,5 miliar akan melalui proses lelang tapi khusus untuk pengusaha OAP, untuk bidang non-konstruksi (pengadaan). Sedangkan proyek dengan nilai Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar untuk konstruksi, OAP sendiri yang harus berjuang. Proyek diatas Rp 5 miliar terbuka untuk umum. Ini yang sementara kita siapkan,” ujar Mandacan.

Mandacan juga beri peringatan dan langsung mengevaluasi sejumlah OPD yang lebih dulu melakukan pelelangan paket proyek atau melakukan penunjukan langsung.

“Saya bahkan sudah empat kali ingatkan OPD supaya tidak cepat-cepat melakukan pelelangan. Tapi ini akan jadi catatan penting saya untuk saya evaluasi beberapa OPD itu,” ujar Mandacan. (*)

Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan mengungkapkan Komoditi ekspor yang ada di Papua Barat, kedepan akan menjadi perhatian serius pihaknya.

“Ini menjadi program prioritas kita kedepan, berdasarkan potensi pertanian yang ada di Papua Barat ini,” ungkap Dominggus, kepada Wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (3/7).

Lanjut dia, salah satu contoh komoditi ekspor yang dimiliki Papua Barat adalah seperti buah Pala dan kelapa yang dapat diolah untuk peningkatan ekonomi rakyat.
Dikatakan Dominggus, dirinya sudah menyampaikan hal itu kepada Menteri Pertanian saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sorong beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Menteri Pertanian akan mendorong hal itu sekaligus memberikan dukungan kepada pemerintah Papua Barat untuk mempersiapkan lahan komoditi ekspor.
Ia menegaskan, dalam waktu dekat dirinya akan memanggil para Bupati dan Walikota untuk membahas potensi pertanian dan komoditi ekspor yang ada di masing-masing daerah.

Khusus untuk Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), dikatakan Dominggus, kedepan akan menjadi target utama pemberdayaan pertanian untuk menghasilkan sayur mayur segar, guna memenuhi kebutuhan pasar.

“Yang paling penting adalah Komitmen kita, karena Pemerintah pusat kan sudah siap untuk membantu,” tukasnya. [BOM]

Skip to toolbar