Bisnis.com, JAYAPURA – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Papua Syarwan menilai perbankan di provinsi paling timur Indonesia itu kurang mempromosikan keberadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga realisasinya sangat kecil.

“Bank di Papua kurang mempromosikan KUR, tidak seperti di Jawa, padahal bunganya rendah,” ujar Syarwan, di Jayapura, pada Rabu (6/9/2017).

Dia menyebutkan hingga kini program KUR di Papua baru terealisasi kepada 5.804 debitur dengan total nilai Rp253,2 miliar.

“Penyaluran KUR tersebut sangat rendah dibandingkan dengan target penyaluran nasional di 2017 yang mencapai Rp110 triliun,” kata dia.

Dari data yang dikeluarkan Kantor Wilayah DJP Papua, terlihat sebagian besar KUR tersalur pada KUR ritel dengan jumlah realisasi mencapai Rp165,15 miliar lebih dan diberikan kepada 1.543 debitur.

Sedangkan pada sektor mikro, KUR disalurkan kepada 4.261 debitur dengan nilai realisasi Rp88,02 miliar.

Untuk sektor mikro, BRI menjadi bank dengan debitur terbanyak di Papua. Hingga kini sudah ada 3.423 debitur dengan realisasnya Rp70,21 miliar lebih.

Di bagian ritel, jumlah debitur dan realisasi dikuasai Bank Mandiri. Hingga kini bank tersebut sudah menyalurkan KUR Rp116,56 miliar lebih untuk 1.341 debitur.

Sumber : Antara

Sebanyak 21 Pengelola Koperasi Adat Ikut Pelatihan

PasificPos – JAYAPURA, – Sebanyak 21 pengelola koperasi adat mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pengurus pengelolaan koperasi agar agar bisa berdaya saing dengan koperasi di daerah lain.

“Ini penting menjadi perhatian pemerintah dengan meningkatkan kapasitas pengetahuan dan pengelola koperasi adat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, R.D. Siahaya di Aula Badan Pendidikan dan Pelatihan Kota Jayapura, Papua, Selasa (16/5).

Kata Siahaya, saat ini ada 21 unit koperasi adat di Kota Jayapura, yang 14 diantaranya sudah beroparasi, sementara sisanya sementara dikerjakan.

“Setelah dilakukan pendampingan harus ada evaluasi ada perkembangan dan kemajuan. Kami terus mendorong supaya koperasi bisa maju agar hasilnya bisa dinikmati masyarakat,” kata Siahaya.

Siahaya berpesan, agar pelatihan dimaksud tidak hanya membuat pelatihan tapi ada hasil yang didapat untuk bisa diterapkan sehingga memiliki kekampuan yang sama dengan koperasi yang sudah berkembang.

“Koperasi bisa dikelola dengan baik sehingga hasilnya lancar sehingga pengurus atau pengelola paham, bagaiaman melakukan penjualan dengan baik. Disperindagkop berusaha membantu koordinasi dengan agen dan distributor untuk memangkas jalur distrubusi yang akan memperngaruhi harga barang,” kata Siahaya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi mengatakan, ini menjadi perhatian pengurus sehingga harga bisa bersaing dan lancar. (Ramah)

Penulis Arnold Belau – Juni 21, 2016

WAMENA, SUARAPAPUA.com —Lenis Kogoya, Staf Khusus Presiden, Kementerian Perdagangan Pusat dan Bank BNI melakukan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan agen BNI 46 Laku Pandai bagi pengusaha mama-mama Papua di Sasana Wio Kantor Bupati Kabupaten Jayawijaya, Selasa (21/6/2016).

Lenis Kogoya mengatakan, program ini adalah program holistic yang langsung ke masyarakat, contohnya memberikan modal usaha kepada mama Papua di pasar yang nilainya mulai dari Rp.5 juta hingga Rp.10 juta ke atas.

“Sedangkan Pp.50 juta hingga Rp.100 juta ke atas harus dengan jaminan begitu. Bukan hanya mama-mama Papua saja, tetapi bagi pengusaha Papua yang mau usaha bisa dengan persediaan dana yang ada Rp.500 juta – Rp. 1 milyar juga ada, yang penting adaj aminan. Jadi persediaanya dari bank BNI,” kata Lenis Kogoya kepada wartawan usai melakukan sosialisasi.

Untuk saat ini, kata Kogoya, pihaknya harus latih terlebih dahulu ke pendamping mama-mama, sebab ada kesulitan karena jangkauannya dengan internet.

“Seperti mama sambil jualan bisa menggunakan iphone bisa melayani di sana,” pungkasnya.

Jumlah mama-mama yang akan disiapkan, menurutnya, tergantung dari besarnya pasar yang ada di Wamena, jika pasarnya besar bisa lima atau sepuluh orang. Yang kecil bisa tiga atau lima orang.

“Untuk nominal bantuannya dibatasi oleh bank tergantung usahanya bagus atau tidak. Dan di situ ada kartu ATM I love Papua,” tuturnya.

Linus juga mengatakan, pihaknya akan membuka Agen BNI kampung adat. “Kalau
di Wamena di kantor LMA akan buka agen BNI. Kantor BNI ada, tetapi agen ini dibuka supaya masyarakat pelayanannya di sana. Di situ ada BNI, rumah adat terus LMA Mas (Barang). Sembako yang paling murah, sehingga mama-mama yang gesek bisa ambil barang di sana,” tukasnya.

“Kantor agen BNI ini akan buka di Wamena, Tiom (Kabupaten Lanny Jaya) dan di distrik Bolak medan Kimbim saya akan masuk dengan agen ini,” tandasnya.

Sementara, Salomina Esuru, salah satu pengusaha mama Papua mengatakan, apa yang disosialisasikan pemerintah membingunkan dan arahnya ke mana tid ak jelas.
Sebenarnya apa yang mereka sampaikan tidak dimengerti baik.

“Mereka harus lihat kita, pasar Potikelek tidak boleh ada pedagang pendatang
(Non Papua) yang berjualan. Itu kan pasar tradisional dengan nama besar, tapi
orang pendatang ada it ubagaimana?” tanya mama Salomina.

“Tapi untuk BNI ini mereka sosialisasi baru mungkin kita lebih mengerti lagi.Kami
juga kecewa dengan pemerintah karena tahun 2014 suruh buka rekening tapi sampai sekarang tidak ada perhatian. Jadi kami tidak mau dengan program ini menipu kita lagi,” ucap Salomina.

Serupa juga disampaikan mama Maria Dabi, katanya, jangan dengan program
ini tinggal menipu, tetapi apa yang disampaikan benar-benar dilaksanakan.

“Kami berpikir apa yang mereka sampaikan ini bisa tipu kami.Kami bisa rugi,”
pungkas mama Maria Dabi.
Pewarta: Elisa Sekenyap

Editor: Arnold Belau

Bank Sinarmas Cabang Jayapura Mengunjungi PAPUAmart.com Sentani

Utusan dari Bank Sinarmas Cabang Jayaupra telah berkunjung ke Minimarket 1 PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai Ruko No. 05, Kabupaten Jayapura dan ditemui langsung oleh Direktur PAPUAmart.com, Jhon Yonathan Kwano.

Selama hampir setahun PAPUAmart.com berdiri, belum pernah pihak Bank manapun datang ke PAPUAmart.com dan bertemu langsung dengan Direktur PAPUAmart.com. Ini kali pertama dan disambut gembira oleh pihak PAPUAmart.com

Jhon Kwano memang sudah lama berharap agar bank-bank yang ada di sepanjang Jalan Sentani – Abepura datang ke kantornya untuk membibcarakan apa saja yang dapat dilakukan bersama dalam rangka memajukan perekonomian, mengurangi pengangguran dan menunjukkan Papua Bangkit, Papua Mandiri dan Papua Sejahtera.

Begitu bertemu langsung disambut dan dipersilahkan duduk. Kemudian pihak petugas bank menanyakan apa yang sedang terjadi dengan PAPUAmart.com. Langsung saja disambut dengan penjelasan panjang-lebar dari Direktur PAPUAmart.com tentang konsep dasar, kondisi saat ini dan gambaran yang akan terjadi setelah semua organisasi dan menejemen bisnis berjalan baik. Jhon Kwano katakan perbedaan pertama dan utama antara minimarket PAPUAmart.com dengan minimarket yang lainnya ialah bahwa PAPUAmart.com menggendong dan memajukan produk spesialti, atau produk lokal yang khas di mana ia berada. Saat ini PAPUAmart.com ada di Jayapura, jadi produk spesialtinya ialah Kopi Papua, Buah Merah Papua, Papeda Bungkus, Pinang. Kalau dibuka di Wamena, maka pinang dan Papeda Bungkus tidak ada, tetapi ubu bakar, noken, gelang dan produk lokal lainnya.

Pihak Bank Sinarmas juga mempertanyakan apa kebutuhan PAPUAmart.com saat ini, dan Jhon Kwano menjelaskan langsung produk KiosOn.com yang baru bulan Februari 2016 bekerjasama dengan PAPUAmart.com dan PAPUAmart.com diberikan tanggungjawab untuk menggalang pelanggan baru dan mengelola semua outlet yang akan dipasang di Tanah Papua. Nah, Anda tahu, KiosOn.com ialah produk dari Bank Sinarmas Jakarta, yang kebetulan waktu kemarin 23 Maret 2016 belum sempat diberitahukan kepada cabang di Jayapura. Maklum saja, KiosOn baru saja diluncurkan pada Mei 2015, sama umurnya dengan peluncuran minimarket PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai ini.

Jhon Kwano berharap agar Bank Sinarmas sebagai bank yang berdiri dari hasil perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia berharap agar bekerjasama dengan PAPUAmart.com sebagai hasil dari perkebunan kopi di Tanah Papua. Kwano lalu menjelaskan bagaimana minimarket ini didirikan, bagaimana dana dikumpul dan dikirimkan, apa tujuan para petani Kopi dengan mensponsori pendirian minimarket ini, apa harapan mereka ke depan, dan sebagainya.

Jhon Kwano juga mengundang Bank Sinarmas untuk bekerjama, sebagai dua peruahaan berlatar-belakang industri pertanian untuk bekerjasama mengembangkan minimarket di seluruh Tanah Papua, bahkan di seluruh kawasan Melanesia dan juga kios-kios KKLingkar.com di seluruh pelosok Papua.

Jumat, 04 Maret 2016 20:03
Dilihat: 5 Ditulis oleh Super User

Jayapura,- Komisi II DPR Papua bidang perekonomian memberikan apresiasi kebijakan Pemerintah Pusat yang mendorong mendorong sector para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), baik itu pengusaha yang sudah berjalan maupun pengusaha pemula atau calon debitor.

Wilhelmus Pigai, anggota Komisi II DPR Papua me respon baik atas paket Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikeluarkan Pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo kepada masyarakat Indonesia dalam mendorong perekonomian mereka melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurutnya, kebijakan Pemerintah Pusat terhadap paket KUR yakni dari 12 persen turun menjadi 9 persen sudah menandakan bahwa rakyat Indonesia bisa bersaing dengan para pelaku usaha di Negara lain.

Namun dengan penurunan suku bunga dari 12 persen turun menjadi 9 persen, pihak Bank diharapkan dapat menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara merata bagi masyarakat sehingga 100 triliun yang ditetapkan dalam APBN dapat tersalur dengan baik.

“Tak hanya Java Centris, tapi harus sampai di pelosok tanah air, termasuk di Papua. Jika selama ini, KUR ini hanya dinikmati oleh saudara-saudara kita di Pulau Jawa, tapi dengan adanya paket kebijakan ekonomi ini, saya berharap semua daerah yang dianggap daerah-daerah minus bisa mendapatkan bagian,” harap dia.

Ia memandang dalam penyelenggaraan KUR yang terpenting adalah kegiatan sosialisasi yang terus menerus dilakukan oleh pihak bank penyalur dan dengan dukungan pemerintah pemerintah daerah setempat, baik Gubernur, para Bupati dan Walikota.

“Kemendagri telah mengeluarkan surat edaran Nomor 581/6871/SJ tentang KUR tahun 2015 kepada seluruh gubernur, bupati dan wali kota seluruh Indonesia agar mendukung penyaluran KUR,” katanya.

Wilhelmus pun mengartikan peran pemerintah dalam kebijakan ini sangat besar dan dibutuhkan untuk menyediakan anggaran bagi kegiatan penyiapan calon debitur KUR dan menyiapkan basis data calon debitur KUR melalui pembentukan tim monitor dan pendampingan, evaluasi penyaluran KUR di sektor masing-masing.

“Untuk Papua, kami meminta UKM orang asli Papua dapat diprioritaskan mendapatkan KUR, baik yang sudah berjalan maupun yang baru. Apalagi, presiden meminta supaya kredit yang ada dibawah Rp 25 juta, itu tidak boleh ada jaminan,” imbuhnya. (Syaiful)

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi asli Bumi Cenderawasih untuk memanfaatkan secara maksimal kredit usaha rakyat.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, di Jayapura, Jumat (26/2/2016), mengatakan pemanfaatan secara maksimal KUR ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua yang menjadi pelaku usaha.

“Tahun ini pemerintah pusat menunjuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mengelola dana KUR yang diperkirakan mencapai Rp 3 triliun khusus untuk Provinsi Papua,” katanya.

Pelaku usaha usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi asli Papua diharapkan mampu mencairkan dana itu untuk mengembankan usaha.

“Meski begitu, diharapkan pelaku usaha usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi asli Papua yang hendak mencairkan dana KUR harus benar-benar memiliki usaha,” ucapnya.

Kepada bank yang ditunjuk sebagai penyalur KUR, diharapkan agar tidak mempersulit pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi asli Papua dalam mengajukan kredit usaha rakyat itu.

“Pihak bank yang ditunjuk harus habiskan dan biarkan dana itu terserap oleh rakyat Papua, jika perlu harus mampu menghabiskannya untuk kepentingan masyarakat kita,” katanya.

Dia menambahkan yang tak kalah penting adalah memberi kemudahan bagi masyarakat atau pelaku usaha usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi asli Papua untuk mencairkan KUR.

“Dengan keberpihakan ini, diharapkan program KUR dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi asli Papua, termasuk menumbuhkan perekonomian daerah,” kata Gubernur Lukas Enembe. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber Berita

Skip to toolbar