Pemprov Papua agendakan studi banding kopi di PNG
Tanaman kopi di dataran tinggi Papua. (Foto: Antara News)

Jayapura (Antara Papua) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengagendakan studi banding tentang tata niaga kopi arabika di negara tetangga Papua Nugini (PNG).

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Provinsi Papua Jhon Way, di Jayapura, Rabu, menjelaskan potensi kopi di Papua cukup tinggi, namun belum terbentuk sebagai sebuah industri yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Oleh karena itu dalam studi banding tersebut Pemprov Papua ingin mengetahui bagaimana tata kelola kopi di Papua Nugini.

“Sentra kopi di PNG ada di Monaghan, sebuah daratan tinggi seperti Wamena. Kita harus pelajari tata niaganya karena dari kopi banyak orang PNG jadi kaya,” ujarnya.

Menurut dia, kualitas kopi Papua dengan Papua Nugini sama karena daerah Monaghan berbatasan langsung dengan Kabupaten Pegunungan Bintang.

Selain dari sisi infrastruktur jalan yang belum memadai, hingga kini belum ada keterpaduan program di tingkat provinsi dengan kabupaten untuk memanfaatkan potensi tersebut.

“Di sini (Papua) potensi besar tapi belum bisa dimaksimalkan. kopi ini harus digiatkan, harus ada koperasi yang bisa mewadahi sehingga minimal setiap bulan kita bisa ekspor,” katanya.

“Harus ada sinergi dengan pemerintah kabupaten karena kebun kopi ini cukup banyak karena bibitnya sudah ada dari zaman belanda,” sambungnya.

Masih bergantungnya Papua terhadap sektor tambang, menurut dia harus segera diminimalisir karena hingga kini dampak yang diberikan sektor tersebut belum merata.

“Papua pertumbuhan IPM tinggi tapi kemiskinan tetap tinggi karena kita tergantung sektor tambang. Sektor ini hanya memperkerjakan 13 ribu orang, sisanya ada di sektor lain, jadi akhirnya pertumbuhan ini tidak merata,” kata Jhon. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

MANOKWARI, Cahayapapua.com Bursa Efek Indonesia mengajak para pengusaha asli Papua di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai berinvestasi di pasar saham.

“Kami ingin segera merangkul mereka untuk mencicipi kue investasi di pasar modal. Mungkin kami akan memulainya dengan melakukan sosialisasi khusus bagi para pengusaha asli Papua,” kata Kepala Kantor BEI Perwakilan Manokwari Wira Adi Brata di Manokwari, Kamis.

Dia mengutarakan, BEI telah hadir di Provinsi Papua maupun Papua Barat. Diharapkan, pengusaha asli Papua memanfaatkanya secara baik untuk meningkatkan karir usaha masing-masing.

Menurut Wira, selain berinvestasi melalui pasar saham para pengusaha asli Papua juga dapat meningkatkan usaha dengan cara menggelar saham usahanya.

“Mereka bisa berinvestasi atau meningkatkan modalnya usaha melalui pasar saham. Kalau butuh konsultasi kami siap membantu dan mendampingi sampai mereka bisa bertransaksi sendiri,” ujarnya lagi.

Wira mengungkapkan, keterlibatan pengusaha asli Papua pada pasar modal masih sangat minim baik di Papua maupun Papua Barat.

“Kalau sebagai investor, di Papua Barat ada sekitar 40 persen, 60 persen lainya masih di dominasi pengusaha dari kalangan pendatang. Pengusaha atau perusahaan yang go publik di Papua Barat belum ada,”katanya lagi.

Meskipun demikian, lanjutnya, jumlah investor dari kalangan masyarakat asli Papua terus bertambah. Beberapa waktu lalu, sosialisasi dilakukan di Kota Sorong dan antusiasme masyarakat cukup tinggi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, lanjutnya, pada kegiatan tersebut meminta BEI segera membuka galeri investasi di Kampus tersebut untuk mempermudah mahasiswa, dosen maupun warga menjajaki pasar saham.

“Pak rektor waktu itu minta kita membuka dalam waktu seminggu kedepan. Waktunya terlalu mepet karena banyak yang harus disiapkan, maka kami siapkan untuk sebulan kedepan,” ujarnya lagi. (IBN)

Jayapura, Jubi – Orang Asli Papua tidak boleh kalah, tertinggal, dan terbelakang dari non Papua dalam membuka usaha di bidang apa saja di tanah Papua. Pemberian bantuan oleh Pemerintah Provinsi Papua belum tersentuh secara menyeluruh kepada seluruh orang Papua.

Demikian menurut mama Nely Fakdawer, pemilik usaha depot isi ulang air galon yang berlokasi di Jalan Biak, Abepura kepada Jubi di tempat usahanya, Kamis, (9/3/2017).

Ia menyarankan agar bantuan diberikan kepada mereka yang mau untuk menjalankan usaha dan bukan kepada yang tidak menjalankan usaha tersebut. Menurutnya, banyak bantuan diberikan namun satu dua bulan berjalan sudah macet. Itu karena tidak ada pengawasan dan keseriusan penerima.

“Saya puas dengan usaha yang saya jalankan sekarang dengan hasil usaha saya mampu membiayai anak hingga kuliah, saya juga bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga dan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Meski Nela Fakdawer seorang PNS, ia menambah kegiatan dengan membuka usaha dan mampu bersaing dengan pedagang non Papua di Jayapura. Ia juga memiliki usaha sampingan membuka agen minyak tanah dan penjualan pulsa.

“Saya mengajak siapa saja terutama perempuan Papua yang memiliki usaha, baik di bidang kerajinan tangan seperti noken, tas noken, aksesoris-aksesoris khas Papua yang dijual di jalan-jalan agar dapat membuka ruko atau stan yang layak untuk di kunjungi pembeli,” katanya.

Dalam menjalankan usaha, tambahnya, niat, kemauan, dan kerja keras menjadi modal utama untuk sukses.

Mama Helena Oagai, penjual ikan mujair di Pasar Youtefa juga berharap bantuan yang diberikan pemerintah daerah harus kepada mereka yang betul-betul memiliki usaha yang pasti dan bertahan lama. Selain itu disertai pengawasan yang rutin oleh dinas pemberi bantuan. (*)

JAKARTA, KOMPAS.com – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, kondisi elektrifikasi di daerahnya saat ini sangat memprihatinkan. Nelson mengklaim, baru 50 persen penduduk yang bisa menikmati aliran listrik.

Untungnya belakangan banyak investor yang kepincut untuk mengembangkan pembangkit listrik di Kabupaten Gorontalo yang terletak di Provinsi Gorontalo tersebut.

Nelson menuturkan, banyak sumber energi terbarukan yang potensial untuk dikembangkan menjadi energi listrik.

Nelson menyebut, beberapa investor asing yang saat ini tengah memperhitungkan untuk investasi pembangkit listrik di Gorontalo antara lain dari Kuwait, Perancis, Malaysia, dan Korea Selatan.

“Banyak juga ternyata yang berminat. Tetapi yang menjadi problem itu aturan mainnya,” kata Nelson ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Menurut Nelson regulasi soal harga patokan pembelian tenaga listrik dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi salah satu disinsentif minat para investor.

“Padahal rakyat sudah ingin membeli (listrik). Itu regulasi yang harus dibenahi,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo itu.

Nelson berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah perbaikan, sehingga minat investasi dari luar tidak sia-sia.

Dia bilang, pemerintah daerah sendiri sudah menyiapkan lahan bagi investor pembangkit listrik yang ingin membangun solar cell (tenaga surya), ada pula yang ingin membangun pembangkit listrik tenaga angin.

“Kalau semua beres, harapan kami investor bisa konstruksi tahun depan. Sebab kebutuhan listrik di Gorontalo besar tetapi kapasitasnya sangat terbatas,” ujar Nelson.

Warga Paniai, Mama Apolonia Tekege saat memetik daun gatal di pekarangan rumahnya, Selasa (23/08/2016) - Jubi/Abeth You
Warga Paniai, Mama Apolonia Tekege saat memetik daun gatal di pekarangan rumahnya, Selasa (23/08/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Daun gatal dari tanah Papua merupakan daun dari tanaman Urticaceae yang terdiri atas beberapa spesies. Meski begitu, daun gatal yang umumnya ditanam di pekaranan rumah warga Paniai, Papua dan dijual di pasar tradisional bernama Laportea decumana.

Daun ini juga dikenal sebagai obat tradiosional dari daun yang disebut daun gatal. Warga setempat (orang asli Papua maupun non Papua) memanfaatkan daun ini untuk mengobati penyakit reumatik atau digunakan ketika seseorang mengalami pegal-pegal.

Tumbuhan famili Urticaceae umumnya memang memiliki kandungan kimiawi seperti monoridin, tryptophan, histidine, alkaloid, flavonoid, asam formiat dan authraguinones. Asam semut ini sendiri terkandung di dalam kelenjar ‘duri’ pada permukaan daun.

Daun gatal biasanya digosokkan ke bagian badan yang sakit, dan menurut salah seorang mama Papua di Paniai, Apolonia Tekege (65), efek pertama daun ini akan menyebabkan rasa gatal sekitar lima belas menit.

“Setelah itu baru akan terasa lebih baik, itu sebabnya daun gatal ini kami sebut daun gatal,” kata mama Apolonia ketika ditemui Jubi di kampung Epouto, Paniai baru-baru ini.

Daun gatal asli Paniai - Jubi/Abeth You
Daun gatal asli Paniai – Jubi/Abeth You

Mama Tekege mengatakan, saat duri tersebut mengenai tubuh, asam semut dalam kelenjar itu terlepaskan dan mempengaruhi terjadinya pelebaran pori-pori tubuh. Pelebaran pori ini nampaknya meransang peredaran darah. Itulah sebabnya pemanfaat daun gatal umumnya merasa pegal-pegal mereka lenyap ataupun merasa lebih baik.

Untuk cara menggunakan daun gatal itu, lanjutnya, menggosokan daun gatal secara langsung pada bagian tubuh yang terasa pegal dan lelah atau reumatik. Untuk menghilangkan rasa pusing dikepala, daun gatal digunakan dengan cara membungkuskan di kening si penderita hingga si penderita merasa bahwa sakit kepalanya sudah berkurang baru dilepaskan.

Tanaman ini, menurutnya, di tanah Papua bisa tumbuh secara liar. Walau demikian, orang bisa membeli di pasaran se ikat dengan harga Rp 5.000 hingga Rp. 10.000.

Mengunakanya gampang, ambil sehelai daun gatal tempelkan atau di gosok pada permukaan kulit yang bermasalah. Sensasi yang dirasakan memang gatal dan seperti digigit semut agak panas dikit. Keesokan hari rasakan badan yang pegal-pegal akan hilang.

Dalam catatan Jubi, Ir. M.J. Sadsoeitoeboen dosen taksonomi tumbuhan jurusan Biologi UNIPA mengatakan, daun gatal spesies Dendronicde Sp dimanfaatkan oleh suku Hatam di Manokwari sebagai tumbuhan untuk melatih peningkatan penciuman anjing berburu.

“Tanaman perdu ini memiliki daun yang permukaannya kasar, penuh bulu, bahkan lebih mirip duri. Ketika digosokkan ke kulit duri itu mengenai permukaan kulit. Secara umum kandungan kimiawi pada tanaman sejenis ini adalah monoridin, tryptophan, histidine, alkaloid, flavonoid, asam formiat dan authraguinones,” ujarnya. (*)

Mama Tekege mengatakan, saat duri tersebut mengenai tubuh, asam semut dalam kelenjar itu terlepaskan dan mempengaruhi terjadinya pelebaran pori-pori tubuh. Pelebaran pori ini nampaknya merangsang peredaran darah. Itulah sebabnya pemanfaat daun gatal umumnya merasa pegal-pegal mereka lenyap ataupun merasa lebih baik.

Cara menggunakan daun gatal ini, lanjutnya, menggosokan daun gatal secara langsung pada bagian tubuh yang terasa pegal dan lelah atau reumatik. Untuk menghilangkan rasa pusing di kepala, daun gatal digunakan dengan cara membungkuskan di kening si penderita dan baru dilepaskan setelah si penderita merasa sakit kepalanya berkurang.

Tanaman ini, menurutnya, di tanah Papua bisa tumbuh liar. Meski begitu, orang bisa membeli di pasaran seikat seharga Rp5.000 hingga Rp10.000.

Mengunakanya gampang, ambil sehelai daun gatal tempelkan atau digosokkan kepada permukaan kulit yang sakit. Sensasi yang dirasakan memang gatal dan seperti digigit semut agak panas sedikit. Keesokan hari pegal-pegal akan hilang.

Dalam catatan Jubi, Ir. M.J. Sadsoeitoeboen dosen taksonomi tumbuhan jurusan Biologi UNIPA mengatakan, daun gatal spesies Dendronicde Sp dimanfaatkan suku Hatam di Manokwari sebagai tumbuhan untuk melatih peningkatan penciuman anjing berburu.

“Tanaman perdu ini memiliki daun yang permukaannya kasar, penuh bulu, bahkan lebih mirip duri, ketika digosokkan ke kulit, duri itu mengenai permukaan kulit, secara umum kandungan kimiawi pada tanaman sejenis ini adalah monoridin, tryptophan, histidine, alkaloid, flavonoid, asam formiat dan authraguinones,” ujarnya. (*)

Mengucap Syukur, HUT NKRI ke-71, Hubungan Bisnis ke PNG Telah Terbuka

Upacara HUT RI ke-71 di Mandala JAyapura
Upacara HUT RI ke-71 di Mandala JAyapura

Mengucap syukur bahwa pada HUT NKRI ke-71 ini, provinsi Papua dikunjungi dan turut merayakan Upacara Bendera HUT RI ke-71, dua orang gubernur dari Negara Tetangga, masing-masing Gubernur DKI Port Moresby Hon. Powes Parkop, MP dan Gubernur Sandaun, provinsi terbarat dari Papua New Guinea, yang berbatasan dengan Jayapura, provinsi yang selama ini merasa lebih dekat dengan Jayapura dan telah lama diabaikan oleh Port Moresby.

Berita tentang kehadiran dua gubernur dari dua provinsi negara tetangga tidak disiarkan secara luas, tetapi telah menajdi spiral di media sosial, khususnya di kalangan gerakan Papua Merdeka. Tentu saja, setiap kesempatan seperti ini selalu dilihat sebagai peluang buat mereka untuk mengkampanyekan Papua Merdeka.

Walaupun begitu, dari sisi lain perlu disikapi bahwa pertemuan tiga gubernur di Tanah Papua, pertemuan gubernur dari dua negara yang berbeda ini bersejarah dari sisi bisnis dan entrepreneurship di Tanah Papua. Menurut Jhon Yonathan Kwano, Direktur PAPUAmart.com sebagai Manager Marketing & Sales KSU Baliem Arabica yang harus kita lakukan ialah mengucap syukur bahwa peluang pasar baru telah terbuka.

Sudah lama kami tunggu. Dari Presiden sebelumnya, sampai Presiden sekarang. Dari kunjungan sampai kunjungan, dari pertemuan dan kesepakatan yang ditandatangani, di tingakt bileteral maupun multi-lateral dengan negara-negara Melanesia sudah berulang-ulang dinyatakan harus ada kerjasama ekonomi. Hal itu tidak pernah punya batang hidungnya seperti apa? Sekarang, pada HUT RI ke-71 ini baru batang hidungnya mulai kelihatan. Kita mulai dari dua provinsi ini.

demikian kata Kwano.

Jhon Kwano melanjutkan

Selain kita bersyukur atas kemerdekaan yang dirayakan, upacara kali ini kita mendapatkan kado spesial, yaitu kita diberi peluang yang empuk untuk mengisi kemerdekaan dengan membuka pasar investasi ke Papua New Guinea. Tentu saja pengusaha di PNG punya minat yang sama untuk menguasai pasar kita, tetapi kita yang harus lebih duluan menyerbu, karena pertahanan yang baik ialah menyerang duluan. Kita harus memanfaatkan tempat usaha di perbatasan PNG-Papua dan peluang yang muncul seperti ini untuk menjadi panyalur, grosir, membuka usaha di Papua New Guinea.

Terkait dengan usaha-usaha yang dilakukan PAPUAmart.com Group Companies di Tanah Papua, Jhon Kwano menyatakan bahwa jarignan PAPUAmart.com sudah siap untuk mengambil bagian dalam inisiatif seperti ini. “Kami hanya tunggu lampu hijau, dan lampu itu sudah menyala, kami sudah siap melangkah”, kata Kwano dengan nada semangat.

Jakarta (ANTARA News) – Para Menteri Ekonomi ASEAN sepakat untuk melakukan kerja sama dengan United States Trade Representatives (USTR) di bidang investasi, terutama dalam hal pemberian bantuan oleh Amerika Serikat (AS) kepada ASEAN untuk memenuhi prinsip-prinsip investasi internasional.

“Melalui kerja sama ini, negara-negara ASEAN termasuk Indonesia dapat mengembangkan iklim investasi di dalam negeri agar dapat menarik lebih banyak investor mancanegara,” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo, dalam siaran pers yang diterima, Minggu.

Iman yang mewakili Menteri Perdagangan dalam rangkaian Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN ke-48 di Vientiane, Laos, tersebut menyatakan, pihak USTR berencana mendirikan US-ASEAN Connect Center di Jakarta, tepatnya di Kedutaan Besar Amerika Serikat.

US-ASEAN Connect Center yang akan mulai beroperasi September 2016 ini akan berfungsi sebagai framework dalam mengkonsolidasikan kerja sama antara ASEAN dan AS di bidang politik, ekonomi, dan sosial. Selain itu, AS juga akan memberikan pelatihan perdagangan kepada ASEAN di bidang e-commerce, kepabeanan, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang sesuai dengan standar perdagangan internasional negara-negara maju.

Tidak hanya dengan USTR, Para Menteri Ekonomi ASEAN juga menjalin kerja sama dengan pihak Kanada untuk meningkatkan nilai perdagangan barang, jasa, dan investasi kedua belah pihak. Kerja sama tersebut menyepakati dilakukannya Trade Policy Dialogue sebagai acara tahunan untuk mengeksplorasi area kerja sama baru.

Selain membahas upaya-upaya konkret untuk meningkatkan nilai perdagangan, Para Menteri Ekonomi ASEAN juga menugaskan Senior Economic Officials untuk menyusun draft Terms of Reference (TOR) mengenai potensi ASEAN-Canada Free Trade Agreement dengan mencermati dinamika perdagangan internasional di kawasan.

Selain menjalin kerja sama dengan USTR dan Kanada, ASEAN juga bertekad meningkatkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan dengan Rusia. Fokus dari kerja sama tersebut antara lain di bidang investasi, finansial, transportasi, e-commerce, energi, pertanian, serta perekonomian maritim termasuk Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

ASEAN sepakat untuk memulai joint feasibility study of a possible free trade area between ASEAN and the Eurasian Economic Union (EAEU) dan mempertimbangkan usulan untuk memulai perundingan EAEU Free Trade Agreement yang dibatasi hanya pada isu perdagangan dan barang.

ASEAN menyambut baik rencana pelaksanaan ASEAN-Russia Agriculture and Food Security Cooperation Work Programme (2016-2020), the ASEAN-Russia Plan of Action on Science, Technology and Innovation (2016-2020), dan the ASEAN-Russia Energy Cooperation Work Plan (2016-2020) yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Perdagangan barang antara ASEAN dengan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2015 mencapai 212,8 miliar dolar AS, atau setara dengan 9,3 persen dari total perdagangan ASEAN. Sedangkan nilai perdagangan jasa kedua belah pihak tercatat sebesar 40 miliar dolar AS pada tahun yang sama.

Nilai investasi asing langsung AS ke ASEAN tercatat sebesar 12,2 miliar dolar AS, dan merupakan sumber investasi terbesar ke-3 untuk ASEAN.

Sementara Kanada merupakan mitra dagang potensial bagi ASEAN dan telah menjadi mitra strategis ASEAN selama hampir 40 tahun. Performa perdagangan barang antara ASEAN dan Kanada pada tahun 2015 tercatat sebesar 16,2 miliar dolar AS atau naik sebesar 13,8 persen dari tahun sebelumnya.

Nilai investasi asing langsung dari Kanada ke ASEAN di tahun yang sama tercatat sebesar 7,6 miliar dolar AS.

Federasi Rusia merupakan mitra dagang ASEAN, dengan total perdagangan sebesar 13,4 miliar dolar AS atau setara dengan 0,6 persen dari nilai total perdagangan ASEAN pada tahun 2015. Hal tersebut menempatkan Rusia sebagai mitra dagang terbesar ke-6 bagi ASEAN.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

22 Mei 2016 18:59 WIB

Metrotvnews.com, Jayapura: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Joko Supratikto mengungkapkan bahwa sektor pangan memiliki potensi terbesar dalam dunia kewirausahaan di Papua.

“Kita lihat hampir semua barang di pasok dari Jawa. Kewirausahaan itu kan tidak hanya terbatas pada pembuatan barang jadi, bisa juga di bidang pertanian, termasuk juga perternakan. Sektor pangan peluangnya besar,”

ujarnya di Jayapura, seperti dikutip dari Antara, Minggu (22/5/2016).

Ia pun mengatakan kini BI tengah gencar menarik minat dari generasi muda Papua untuk mau berwirausaha agar mereka tidak hanya bisa membuat peluang bagi dirinya sendiri tapi juga dapat membuka lapangan pekerjaan.

“Kita dorong mereka sehingga nantinya setelah lulus kuliah mereka bisa menjadi wirausaha yang mandiri, tidak lagi tergantung dari lapangan pekerjaan yang ada di Papua pada khususnya, apa lagi hanya bercita-cita sebagai PNS atau anggota DPR yang jumlahnya terbatas,” jelas dia.

Menurut Joko, BI pun memiliki tugas untuk bisa menumbuhkan jumlah pelaku usaha di sektor mikro, kecil dan menengah. Oleh karena itu terdapat program untuk membina mereka yang berminat berwirausaha.

“BI juga punya kewajiban yang namanya pengembangan UMKM. Salah satunya adalah bagaimana menciptakan wirausaha, tidak hanya seminar tetapi kita akan menciptakan wirausaha mulai dari bawah, kita didik bagaimana berwirausaha, mencatat transaksi keuangan, berhubungan dengan bank, mencari modal, pengembangan usahanya dan pemasarannya,” paparnya.

Joko pun bertutur sektor UMKM adalah penggerak utama perekonomian di Indonesia, karenanya hal ini perlu terus ditingkatkan agar kesejahteraan masyarakat bisa terus bertumbuh.

“Sektor UMKM secara nasional penyumbang PDB terbesar, sekitar 76 persen yang perannya terhadap kegiatan usaha lebih dari 90 persen, sisanya perusahaan besar,” tutupnya.

“BI juga punya kewajiban yang namanya pengembangan UMKM. Salah satunya adalah bagaimana menciptakan wirausaha, tidak hanya seminar tetapi kita akan menciptakan wirausaha mulai dari bawah, kita didik bagaimana berwirausaha, mencatat transaksi keuangan, berhubungan dengan bank, mencari modal, pengembangan usahanya dan pemasarannya,”

paparnya.

Joko pun bertutur sektor UMKM adalah penggerak utama perekonomian di Indonesia, karenanya hal ini perlu terus ditingkatkan agar kesejahteraan masyarakat bisa terus bertumbuh.

“Sektor UMKM secara nasional penyumbang PDB terbesar, sekitar 76 persen yang perannya terhadap kegiatan usaha lebih dari 90 persen, sisanya perusahaan besar,” tutupnya.
(AHL)

Bank Sinarmas Cabang Jayapura Mengunjungi PAPUAmart.com Sentani

Utusan dari Bank Sinarmas Cabang Jayaupra telah berkunjung ke Minimarket 1 PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai Ruko No. 05, Kabupaten Jayapura dan ditemui langsung oleh Direktur PAPUAmart.com, Jhon Yonathan Kwano.

Selama hampir setahun PAPUAmart.com berdiri, belum pernah pihak Bank manapun datang ke PAPUAmart.com dan bertemu langsung dengan Direktur PAPUAmart.com. Ini kali pertama dan disambut gembira oleh pihak PAPUAmart.com

Jhon Kwano memang sudah lama berharap agar bank-bank yang ada di sepanjang Jalan Sentani – Abepura datang ke kantornya untuk membibcarakan apa saja yang dapat dilakukan bersama dalam rangka memajukan perekonomian, mengurangi pengangguran dan menunjukkan Papua Bangkit, Papua Mandiri dan Papua Sejahtera.

Begitu bertemu langsung disambut dan dipersilahkan duduk. Kemudian pihak petugas bank menanyakan apa yang sedang terjadi dengan PAPUAmart.com. Langsung saja disambut dengan penjelasan panjang-lebar dari Direktur PAPUAmart.com tentang konsep dasar, kondisi saat ini dan gambaran yang akan terjadi setelah semua organisasi dan menejemen bisnis berjalan baik. Jhon Kwano katakan perbedaan pertama dan utama antara minimarket PAPUAmart.com dengan minimarket yang lainnya ialah bahwa PAPUAmart.com menggendong dan memajukan produk spesialti, atau produk lokal yang khas di mana ia berada. Saat ini PAPUAmart.com ada di Jayapura, jadi produk spesialtinya ialah Kopi Papua, Buah Merah Papua, Papeda Bungkus, Pinang. Kalau dibuka di Wamena, maka pinang dan Papeda Bungkus tidak ada, tetapi ubu bakar, noken, gelang dan produk lokal lainnya.

Pihak Bank Sinarmas juga mempertanyakan apa kebutuhan PAPUAmart.com saat ini, dan Jhon Kwano menjelaskan langsung produk KiosOn.com yang baru bulan Februari 2016 bekerjasama dengan PAPUAmart.com dan PAPUAmart.com diberikan tanggungjawab untuk menggalang pelanggan baru dan mengelola semua outlet yang akan dipasang di Tanah Papua. Nah, Anda tahu, KiosOn.com ialah produk dari Bank Sinarmas Jakarta, yang kebetulan waktu kemarin 23 Maret 2016 belum sempat diberitahukan kepada cabang di Jayapura. Maklum saja, KiosOn baru saja diluncurkan pada Mei 2015, sama umurnya dengan peluncuran minimarket PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai ini.

Jhon Kwano berharap agar Bank Sinarmas sebagai bank yang berdiri dari hasil perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia berharap agar bekerjasama dengan PAPUAmart.com sebagai hasil dari perkebunan kopi di Tanah Papua. Kwano lalu menjelaskan bagaimana minimarket ini didirikan, bagaimana dana dikumpul dan dikirimkan, apa tujuan para petani Kopi dengan mensponsori pendirian minimarket ini, apa harapan mereka ke depan, dan sebagainya.

Jhon Kwano juga mengundang Bank Sinarmas untuk bekerjama, sebagai dua peruahaan berlatar-belakang industri pertanian untuk bekerjasama mengembangkan minimarket di seluruh Tanah Papua, bahkan di seluruh kawasan Melanesia dan juga kios-kios KKLingkar.com di seluruh pelosok Papua.

Menanggapi perkembangan yang sedang terjadi di Indonesia, dalam kaitan hubungan Papua dengan kawasan Melanesia, terutama rapat-rapat teknis yang belakangan ini berlangsung di Tanah Papua antara pemerintah provinsi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengembangkan usaha-usaha dari Tanah Papua ke kawasan Melanesia, makan Jhon Yonathan Kwano sebagai Direktur PAPUAmart.com menyambut baik dan bergembira atas kabar ini.

Jhon Yonathan Kwano mengatakan, PAPUAmart.com ialah sebuah produk unggulan Tanah Papua sebagai sebuah badan usaha, karena ia dimiliki secara penuh oleh KSU Baliem Arabica, didirikan dengan modal sepenuhnya dari anggota koperasi. Koperasi Baliem Arabica ialah produsen Kopi Papua, produk unggulan Tanah Papua yang sudah banyak disebut-sebut telah diekspor ke berbagai negara.

Jhon Kwano menyatakan,

PAPUAmart.com diberi tugas pertama untuk memasarkan dan menjual Kopi Papua. Setelahd diberi tugas tahun 2013, kami mulai dengan membuka pasar di Indonesia, karena PAPUAmart.com berkantor pusat di D.I. Yogyakarta. Kami tahu persis pasar kopi terbesar untuk Kopi Papua ialah di Indonesia sendiri, dan Yogyakarta sudah menjadi rumah pertama di luar Tanah Papua bagi orang Papua. Oleh karena itu kami mulai dari sana. Kami hadir menanggapi kebutuhan pasar yang mendesak akan Kopi Papua waktu itu, dan masih saja dicari-cari sampai hari ini (2016).

Melihat potensi yang besar sudah terbuka untuk mengembangkan usaha-usaha minimarket di kawasan Melanesia lainnya, Kwano mengatakan

Kami sambut gembira semua perkembangan yagn sedang terjadi di Indonesia maupun di Tanah Papua secara khusus, lebih khusus lagi di kawasan Melanesia, karena PAPUAmart.com sangat terkait dengan masyarakat Melanesia, Tanah Papua dan kepulauan yang menyebar dari Timor Leste sampai ke Fiji. Kehadiran PAPUAmart.com di kawasan Pasific Selatan sangat ditunggu. Oleh karena itu gebrakan yang dilakukan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan disambung oleh Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe memberikan suasana yang sangat positif. Kondisi ini harus disambut baik oleh orang Papua sendiri, terutama para entrepreneurs dan oleh Bank-bank yang ada di Tanah Papua.

Selanjutnya disebutkan bahwa sedang dijagaki kemungkinan kerjasama dengan Bank Papua dan Bank Rakyat Indonesia untuk membantu PAPUAmart.com dalam mengembangkan minimarket lainnya di seluruh kawasan Melanesia.

Skip to toolbar