Fakta Unik Soal Jeff Bezos Yang Perlu Anda Tahu

AyoPreneur – Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon, telah menjadi subjek berita utama di seluruh dunia baru-baru ini, baik di berita tentang keberhasilan dirinya memimpin Amazon menuju masa keemasan, maupun berita yang mengkritik tajam budaya kerja yang dia buat di Amazon.

Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon
Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon

Namun, pada saat yang sama, banyak orang yang juga mengagumi kecerdikannya dan layanan pelanggan berkualitas tinggi yang disajikan Amazon, serta dedikasi Bezos kepada anak-anaknya dan istrinya, MacKenzie.

Apakah pencapaiannya lebih besar daripada kritik terhadapnya? Berikut ini 5 (lima) fakta yang perlu diketahui tentang CEO Amazon, seperti dikutip dari Heavy.

1. Bermula dari Garasi Kecil

Pada usia 31 tahun, Bezos memulai Amazon dari sebuah garasi kecil di Bellevue, Seattle dengan bantuan istri dan satu orang karyawan, Shel Kaphan. Awalnya dia menamai bisnisnya “Cadabra,” tetapi ketika seorang pengacara salah mendengar nama itu menjadi “Cadaver” yang berarti “bangkai”, dan kemudian ia memutuskan untuk mengubahnya menjadi Amazon.

Ia memilih Amazon karena berharap gagasan Amazon sebagai sungai terbesar di dunia itu mencerminkan perusahaannya yang suatu hari akan tumbuh menjadi penjual buku terbesar di dunia.

2. Keluarga

Bezos saat ini masih ada dalam ikatan pernikahan dengan wanita yang sama, ketika ia merintis Amazon. Wanita itu bernama MacKenzie Bezos. Bersama-sama, mereka memiliki empat orang anak: tiga orang anak laki-laki dan satu orang anak gadis yang diadopsi dari Tiongkok.

Mereka menikmati kegiatan keluarga pada umumnya, seperti pergi untuk melihat film Mission Impossible 5. Uniknya, MacKenzie juga menulis novel dan Jeff akan menghabiskan sepanjang hari untuk membaca naskahnya, sekaligus menawarkan ide-ide dan pikirannya.

Bezos sebenarnya adalah nama keluarga dari orangtua adopsinya, Miguel Bezos, seorang engineer perminyakan di Exxon, dan Jackie Bezos. Jeff diadopsi oleh mereka saat berusia empat tahun. Ayah biologis Jeff, Ted Jorgensen, berusia 19 tahun saat Jeff lahir dan meninggalkannya saat Jeff berusia 3 tahun.

Jorgensen memiliki toko sepeda di Glendale, Arizona. Sebelumnya, Ted telah mengizinkan Jackie dan Miguel untuk mengadopsi Jeff dan dari waktu ke waktu, Ted lupa nama belakang Jeff yang baru. Ketika Ted mengetahui bahwa Jeff Bezos adalah putranya, ia bahkan tidak tahu apa itu Amazon karena ia tidak menggunakan komputer.

3. Terus Berinovasi

Sosok yang inovatif dan pandai melihat peluang, mungkin layak disematkan kepada Jeff Bezos. Bagaiamana tidak, Amazon Inggris baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan trio Top Gear: Jeremy Clarkson, Richard Hammond, dan James May. Ketiganya menjadi tuan rumah pameran mobil di gelaran Amazon Prime 2016. Baginya, kemitraan adalah hal yang menggembirakan.

Bezos juga percaya bahwa pesawat tak berawak (drone) suatu hari akan menjadi hal umum, seperti halnya kita melihat sebuah truk pengangkut surat.

Perlu diingat, Jeff tidak hanya berinovasi melalui Amazon karena Jeff juga memiliki perusahaan luar angkasa bernama Blue Origin. Perusahaan ini meluncurkan roket pertamanya di tahun ini dan sudah mendaftar untuk penerbangan antariksa.

4. Orang Terkaya ke-15 di Dunia

Menurut Forbes, Jeff merupakan orang terkaya ke-15 di dunia, dengan nilai kekayaan sebesar US$ 47,2 juta pada usia 51 tahun. Sementara di jajaran perusahaan teknologi, ia merupakan orang terkaya ke-3, setelah Bill Gates dan Larry Ellison.

Sejumlah properti miliknya, antara lain properti di depan danau di Seattle, peternakan jagung di West Texas, area seluas tiga blok di Seattle, apartemen Century Tower di Manhattan, properti Medina di Washington, dan rumah senilai US$ 24,5 juta di Beverly Hills.

5. Budaya Kerja yang Dibuatnya Mengundang Kritik

Baru-baru ini Amazon mendapat banyak kritik tajam terkait budaya kerja. Dalam sebuah surat kepada pemegang saham pada 1997, Jeff menulis, “Anda dapat bekerja dalam waktu lama, bekerja keras, atau bekerja secara cerdas, tetapi di Amazon.com Anda tidak dapat memilih dua dari ketiganya.”

Potongan pada kalimat di surat tersebut jelas menyatakan bahwa budaya kerja di perusahaan yang didirikan pada 5 Juli 1994 ini memang keras. Pada 2011, di luar gudang Amazon ditemukan ambulans yang menunggu untuk mengangkut karyawan Amazon yang meninggal karena bekerja di ruangan bersuhu sangat panas.

Kemudian, Amazon juga dikenal dengan pergantian pekerjanya yang tinggi. Sejumlah karyawan diberikan 50 sampai 60 halaman yang berisi data dan hanya beberapa hari kemudian mereka akan ditanyai tentang ribuan angka dari data tersebut. Karena itu, banyak karyawan menjalani hari mereka tanpa tidur supaya bisa mengerjakannya.

Di samping itu, sebuah alat umpan balik (feedback) memungkinkan para karyawan di Amazon untuk berkompetisi dan melihat peringkat satu sama lain. Imbasnya, mereka yang ada di peringkat terendah setiap tahunnya tidak lagi bekerja di Amazon.

Hal ini menciptakan tensi kompetisi yang serius dan `gila`. Selain itu, hal yang juga patut disayangkan dari Amazon, para karyawan melaporkan bahwa mereka tidak memiliki kelonggaran apapun, jika kerabat atau mereka sendiri menderita penyakit serius, meskipun kinerja mereka sangat kuat. (bn)

Ayopreneur – Jeff Bezos mengawali bisnis online sejak tahun 1995 dengan mendirikan amazon.com. Produk yang disediakan di toko online amazon pertama kali ialah buku. Pasar yang sangat agresif mulai dari dulu hingga detik ini menciptakan perkembangan yang positif. Kini selain buku, Jeff menjual produk lain berupa musik, video dan hardware. Temukan enam rahasia dibalik kesuksesan raja dunia maya tersebut.

    Berpikir berbeda dari pebisnis lain

Mayoritas pebisnis belum terpikirkan membuat usaha dibidang online pada tahun dimulai usaha toko amazon milik Jeff. Ia keluar dari pemikiran normal kebanyakan pengusaha dengan menenuki toko konvensional. Hasil manis yang diperoleh saat ini tidak lepas dari ide cemerlang waktu itu.

Menjamurnya toko online dewasa ini merupakan bukti bahwa bisnis Jeff mampu menghasilkan keuntungan finansial yang signifikan. Pesatnya kemajuan dibidang IT membuat internet kian merajai pasar global. Berbagai gadget juga semakin marak dikembangkan sehingga kemudahan berbelanja online menjadi praktis.

Cepat bangkit dari keterpurukan

Terlalu lama menyesali tindakan yang kurang tepat sebenarnya justru menghambat kesuksesan Anda. Jeff sama sekali tidak mengenal kata gagal dalam bisninya. Belum berhasilnya strategi yang diterapkan dianggap sebagai pemicu semangat untuk lebih berpikir lebih kreatif lagi. Selalu berusaha bangkit saat terjatuh dan terus berlari sampai tujuan akhir didapat, yakni kejayaan toko amazon.com.

    Penerapan sistem ATM

ATM ialah singkatan dari Amati Tiru Modifikasi. Pencetus amazon ini selalu menginovasikan bisnisnya dengan cara tersebut. Mengamati pergerakan kompetitor, mempelajarinya dan selanjutnya menyerapkan hal tertentu. Terapkan sesuatu yang dapat memberikan dampak positif dan ganti poin negatifnya. Modifikasi strategi menandakan bahwa Anda tidak menjiplak ide orang atau perusahaan sejenis.

    Terus berusaha dan pantang menyerah

Buang jauh-jauh rasa putus asa di dalam diri Anda dan teruslah bersuaha hingga visi tercapai dengan berbagai penerapan misi. Menyerah mengakibatkan bisnis Anda stagnan dan peluang terambilnya konsumen oleh pesaing terbuka lebar. Tutup rapat celah perpindahan pelanggan dengan cara mempertahankan dan meningkatkan mutu produk serta perbaikan pelayanan.

    Testimonial sebagai sarana promosi berkesinambungan

Bentuk kepuasan pelanggan yang diapresiasikan disebut sebagai testimonial. Jeff menyebarluaskan pesan para pelanggan setianya di toko online miliknya. Minat beli masyarakat luas pasti meningkat karena sudah banyak buktinya. Bertambahnya orang yang menyuarakan kepuasannya ialah bentuk promosi secara berkelnjutan. Rantai antar sesama konsumen terikat kuat sehingga brand Anda terkenal.

Terapkan langkah Jeff sebagai acuan bisnis online Anda agar perkembangannya pesat seperti amazon.com. Ingat, serap hal baik dan tinggalkan poin yang kurang pas sesuai asumsi Anda. Setiap lini bisnis tidak akan sama persis jalan suksesnya, meski bergerak dibidang yang sejenis. Raih sukses secepat mungkin dan bertahanlah ditengah gerusan pesaing dan waktu. (bn)

Ayopreneur – Jeffrey Preston Bezos, adalah pendiri portal  online belanja populer Amazon.com dan pengusaha internet Amerika.

Jeffrey Preston Bezos lahir  12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico. Keluarganya orang kaya dan pernah  mengakuisisi 250.000 hektare areal peternakan di Cotulla, di mana Bezos menghabiskan sebagian besar musim panas  masa kecilnya dan  bekerja dengan kakeknya. Pada usia muda Bezos mulai memperlihatkan ketertarikannya dengan dunia ilmu pengetahun dan ayahnya mengkonversi  garasi  menjadi laboratorium untuk proyek-proyek ilmunya.

Nenek moyang Bezos adalah orang Texas  yang secara turun temurun memiliki peternakan  seluas 101 km² di Cotulla. Kakeknya adalah direktur regional Komisi Energi Atom AS  di Albuquerque yang minta pensiun lebih awal untuk bekerja di peternakan. Di masa remaja, Bezos sering menghabiskan musim panas bersama kakeknya. Sejak kecil, Bezos sudah memperlihatkan bakatnya di bidang mekanik. Bezos balita pernah mencoba membongkar sendiri tempat tidur miliknya dengan obeng.

Bezos dilahirkan ketika ibunya yang bernama Jackie Bezos masih berusia belasan tahun. Pernikahan ayah dan ibunya hanya bertahan setahun lebih. Ibunya menikah kembali ketika Bezos masih berusia lima tahun. Ayah tiri Bezos yang bernama Miguel Bezos adalah imigran asal Kuba.

Keluarga Bezos pindah ke Florida, di mana ia menjadi  pelajar di Miami Palmetto Senior High School. Saat  di SMA, Bezos jatuh cinta dengan komputer. Setelah tamat SMA ia terdaftar ke Princeton University untuk belajar fisika, tetapi memutuskan untuk melanjutkan kecintaannya pada komputer, dan lulus dengan gelar di bidang ilmu komputer dan teknik listrik.

Bezos bergabung dengan Fitel, sebuah perusahaan teknologi tinggi start-up di New York yang membangun jaringan untuk melakukan perdagangan internasional. Dua tahun kemudian, Bezos mulai bekerja untuk Bankers Trust Company di New York, di mana dia memimpin pengembangan sistem komputer mereka dan menjadi wakil presiden termuda perusahaan itu pada  1990.

Kemudian Bezos pindah bekerja ke  D.E. Shaw & Co 1990-1994 yang khusus dalam penerapan ilmu komputer untuk pasar saham, di mana dia membantu membangun the most technically sophisticated quantitative salah satu hedge  di Wall Street. Ia dipromosikan dari “in-house geek” ke pengelola uang, maka pada  1992, dia menjadi wakil presiden senior terakhir  mereka. Ketika bekerja di Shaw, Bezos bertemu dengan istrinya, Mackenzie.

Pada  1994 Bezos mengamati bahwa penggunaan internet telah meningkat 2.300%  per tahun. Dia melihat kesempatan untuk era baru perdagangan, dan segera mulai mempertimbangkan kemungkinan. Buku produk, yang tidak memiliki  surat katalog pesanan, membuatnya  menghadiri Konvensi Booksellers Amerika untuk belajar segala hal tentang bisnis buku.

Dia menemukan semua lokasi  yang diperlukan ada  di Internet, di mana masyarakat bisa mencari stok yang tersedia dari book-buying dan langsung mendatangi  tempat. Pengusaha Bezos kembeli menemukan  ide, sehingga  dia pun memilih bisnis sendiri.

Bezos dan istrinya pindah ke Seattle, di mana mereka memiliki akses ke grosir buku  Ingram, dan  itu perlu untuk proyek  computer Bezos. Lalu dia mendirikan Amazon, perusahaan akan disebut Amazon seperti  sungai di Amerika Selatan yang jangkauannya tidak terhitung.

Mereka mendirikan usaha itu dari  rumah dua kamar tidur,  tiga Sun microstations. Ketika tes situs  sudah dibangun dan berjalan, Bezos meminta 300 orang untuk mengujinya. Kode dites  di banyak platform komputer yang berbeda dan pada  16 Juli 1995, ia membuka situs website untuk dunia. Dengan promosi dari mulut ke mulut dalam 30 hari sudah menyebar dengan tidak ada iklan, Amazon.com telah menjual buku di seluruh 50 negara bagian dan 45 negara asing.

Pada September  1995, situs ini telah mencapai penjualan  US$20.000 per minggu. Bezos dan timnya terus memperbaiki situs dan memperkenalkan fitur baru seperti satu-klik belanja, ulasan pelanggan, dan e-mail verifikasi order.

Pada awalnya, Bezos mengakui kepada investor  ada 70%  kemungkinan mereka akan kehilangan investasi mereka, tetapi orang tuanya masih menandatangani kontrak untuk $ 300.000. Mereka menjadi milyarder. Saham telah dibagi tiga kali, dan sekitar sepertiga dari saham itu masih dipegang oleh anggota keluarga. Amazon kemudian pindah ke CD musik, video, mainan, elektronik, pakaian dan banyak lagi, dan ketika gelembung pasar saham Internet pecah, sedangkan dot.com start-up lain menguap, Amazon terus memposting keuntungan.

Hari ini, Bezos dan Mackenzie hidup di utara Seattle dan  lebih peduli dengan kegiatan filantropi. “Memberikan uang membutuhkan banyak perhatian seperti  membangun perusahaan yang sukses,” katanya. Kekayaan Bezos  saat ini bernilai sekitar US$2 miliar sampai lebih dari US$9 miliar.

Sebagian besar kekayaan Bezos berasal dari kepemilikan saham di Amazon.com. Pada tahun 1998, Bezos memiliki 41 persen saham Amazon.com, tapi jumlahnya berkurang menjadi tinggal 24,26 persen (sekitar 100 juta lembar saham) pada tahun 2006. Gajinya tidak pernah naik sejak tahun 1998, besarnya AS$81.840 per tahun ditambah tunjangan sebesar AS$1,1 juta. (bn)

Ayopreneur – Dalam majalah Fortune, Jeff Bezoz pernah memberikan tips atau kunci sukses dalam berusaha. Pertama, kita harus berani ambil resiko.  Jeff Bezos mengatakan bahwa ia tidak pernah ragu untuk melakukan aksi, meskipun tidak selalu berhasil. Menurutnya, jika kita hanya mengikuti hal-hal yang kita yakin akan berhasil, kita akan kehilangan begitu banyak kesempatan.

Setelah berani mengambil resiko, ia menyebutkan bahwa kita harus meminimalisasi penyesalan, salah satunya dengan tidak segan untuk bertindak. Penyesalan terbesar adalah bukan ketika kita gagal saat mencoba, namun ketika kita menyesal karena tidak mencoba.

Langkah ketiga adalah promosi dari mulut ke mulut. Promosi yang diakui sebagai aslah satu bentuk promosi paling efektif ini bisa didapatkan ketika kita memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Dengan begitu, konsumen pun akan mempromosikan usaha kita dengan senang hati.

Langkah keempat adalah utamakan konsumen. Dalam melakukan usaha, bsia dibilang bahwa “pembeli adalah raja”. Salah satu hal paling penting adalah berfokus terhadap konsumen. Sebuah perusahaan sudah seharusnya terpusat pada konsumen.

Kemudian, kita harus terus beinovasi, tidak boleh diam di satu tempat. Karena yang hal yang dapat membahayakan perusahaan adalah ketika perusahaan tersebut tidak berkembang. Lalu, kita juga harus memiliki sifat keras kepala dan fleksibel. Menurut Jeff Bezos, jika kita tidak keras kepala, kita akan menyerah terlalu cepat. Dan jika kita tidak fleksibel, kita tidak akan dapat melihat solusi dari sebuah masalah.

Setelah itu, jangan malu untuk meniru hal-hal baik yang dilakukan oleh perusahaan lain dan kemudian diterapkan di perusahaan kita sendiri. “Kami melihat para kompetitor kami, belajar dari mereka, melihat hal-hal yang mereka lakukan pada para pelanggan dan meniru hal-hal tersebut sebanyak yang kami bisa,” jelasnya. Dan last but not least, kita harus bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. Ia mendorong para pegawainya untuk bekerja keras, sama seperti yang telah ia lakukan, untuk terus mengembangkan usahanya. Seperti kutipan yang ia sampaikan—yang cukup terkenal—yang berbunyi, “Work hard, have fun, and make history”. (bn)

Ayopreneur – Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon, telah menjadi subjek berita utama di seluruh dunia baru-baru ini, baik di berita tentang keberhasilan dirinya memimpin Amazon menuju masa keemasan, maupun berita yang mengkritik tajam budaya kerja yang dia buat di Amazon.

Namun, pada saat yang sama, banyak orang yang juga mengagumi kecerdikannya dan layanan pelanggan berkualitas tinggi yang disajikan Amazon, serta dedikasi Bezos kepada anak-anaknya dan istrinya, MacKenzie.

Apakah pencapaiannya lebih besar daripada kritik terhadapnya? Berikut ini 5 (lima) fakta yang perlu diketahui tentang CEO Amazon, seperti dikutip dari Heavy.

1. Bermula dari Garasi Kecil

Pada usia 31 tahun, Bezos memulai Amazon dari sebuah garasi kecil di Bellevue, Seattle dengan bantuan istri dan satu orang karyawan, Shel Kaphan. Awalnya dia menamai bisnisnya “Cadabra,” tetapi ketika seorang pengacara salah mendengar nama itu menjadi “Cadaver” yang berarti “bangkai”, dan kemudian ia memutuskan untuk mengubahnya menjadi Amazon.

Ia memilih Amazon karena berharap gagasan Amazon sebagai sungai terbesar di dunia itu mencerminkan perusahaannya yang suatu hari akan tumbuh menjadi penjual buku terbesar di dunia.

2. Keluarga

Bezos saat ini masih ada dalam ikatan pernikahan dengan wanita yang sama, ketika ia merintis Amazon. Wanita itu bernama MacKenzie Bezos. Bersama-sama, mereka memiliki empat orang anak: tiga orang anak laki-laki dan satu orang anak gadis yang diadopsi dari Tiongkok.

Mereka menikmati kegiatan keluarga pada umumnya, seperti pergi untuk melihat film Mission Impossible 5. Uniknya, MacKenzie juga menulis novel dan Jeff akan menghabiskan sepanjang hari untuk membaca naskahnya, sekaligus menawarkan ide-ide dan pikirannya.

Bezos sebenarnya adalah nama keluarga dari orangtua adopsinya, Miguel Bezos, seorang engineer perminyakan di Exxon, dan Jackie Bezos. Jeff diadopsi oleh mereka saat berusia empat tahun. Ayah biologis Jeff, Ted Jorgensen, berusia 19 tahun saat Jeff lahir dan meninggalkannya saat Jeff berusia 3 tahun.

Jorgensen memiliki toko sepeda di Glendale, Arizona. Sebelumnya, Ted telah mengizinkan Jackie dan Miguel untuk mengadopsi Jeff dan dari waktu ke waktu, Ted lupa nama belakang Jeff yang baru. Ketika Ted mengetahui bahwa Jeff Bezos adalah putranya, ia bahkan tidak tahu apa itu Amazon karena ia tidak menggunakan komputer.

3. Terus Berinovasi

Sosok yang inovatif dan pandai melihat peluang, mungkin layak disematkan kepada Jeff Bezos. Bagaiamana tidak, Amazon Inggris baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan trio Top Gear: Jeremy Clarkson, Richard Hammond, dan James May. Ketiganya menjadi tuan rumah pameran mobil di gelaran Amazon Prime 2016. Baginya, kemitraan adalah hal yang menggembirakan.

Bezos juga percaya bahwa pesawat tak berawak (drone) suatu hari akan menjadi hal umum, seperti halnya kita melihat sebuah truk pengangkut surat.

Perlu diingat, Jeff tidak hanya berinovasi melalui Amazon karena Jeff juga memiliki perusahaan luar angkasa bernama Blue Origin. Perusahaan ini meluncurkan roket pertamanya di tahun ini dan sudah mendaftar untuk penerbangan antariksa.

4. Orang Terkaya ke-15 di Dunia

Menurut Forbes, Jeff merupakan orang terkaya ke-15 di dunia, dengan nilai kekayaan sebesar US$ 47,2 juta pada usia 51 tahun. Sementara di jajaran perusahaan teknologi, ia merupakan orang terkaya ke-3, setelah Bill Gates dan Larry Ellison.

Sejumlah properti miliknya, antara lain properti di depan danau di Seattle, peternakan jagung di West Texas, area seluas tiga blok di Seattle, apartemen Century Tower di Manhattan, properti Medina di Washington, dan rumah senilai US$ 24,5 juta di Beverly Hills.

5. Budaya Kerja yang Dibuatnya Mengundang Kritik

Baru-baru ini Amazon mendapat banyak kritik tajam terkait budaya kerja. Dalam sebuah surat kepada pemegang saham pada 1997, Jeff menulis, “Anda dapat bekerja dalam waktu lama, bekerja keras, atau bekerja secara cerdas, tetapi di Amazon.com Anda tidak dapat memilih dua dari ketiganya.”

Potongan pada kalimat di surat tersebut jelas menyatakan bahwa budaya kerja di perusahaan yang didirikan pada 5 Juli 1994 ini memang keras. Pada 2011, di luar gudang Amazon ditemukan ambulans yang menunggu untuk mengangkut karyawan Amazon yang meninggal karena bekerja di ruangan bersuhu sangat panas.

Kemudian, Amazon juga dikenal dengan pergantian pekerjanya yang tinggi. Sejumlah karyawan diberikan 50 sampai 60 halaman yang berisi data dan hanya beberapa hari kemudian mereka akan ditanyai tentang ribuan angka dari data tersebut. Karena itu, banyak karyawan menjalani hari mereka tanpa tidur supaya bisa mengerjakannya.

Di samping itu, sebuah alat umpan balik (feedback) memungkinkan para karyawan di Amazon untuk berkompetisi dan melihat peringkat satu sama lain. Imbasnya, mereka yang ada di peringkat terendah setiap tahunnya tidak lagi bekerja di Amazon.

Hal ini menciptakan tensi kompetisi yang serius dan `gila`. Selain itu, hal yang juga patut disayangkan dari Amazon, para karyawan melaporkan bahwa mereka tidak memiliki kelonggaran apapun, jika kerabat atau mereka sendiri menderita penyakit serius, meskipun kinerja mereka sangat kuat. (bn)

Perjalanan Menuju Sukses Jeff Bezoz, Pendiri Amazon

AyoPreneur – Jeffrey Preston Bezos, adalah pendiri portal  online belanja populer Amazon.com dan pengusaha internet Amerika.

Jeffrey Preston Bezos lahir  12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico. Keluarganya orang kaya dan pernah  mengakuisisi 250.000 hektare areal peternakan di Cotulla, di mana Bezos menghabiskan sebagian besar musim panas  masa kecilnya dan  bekerja dengan kakeknya. Pada usia muda Bezos mulai memperlihatkan ketertarikannya dengan dunia ilmu pengetahun dan ayahnya mengkonversi  garasi  menjadi laboratorium untuk proyek-proyek ilmunya.

Nenek moyang Bezos adalah orang Texas  yang secara turun temurun memiliki peternakan  seluas 101 km² di Cotulla. Kakeknya adalah direktur regional Komisi Energi Atom AS  di Albuquerque yang minta pensiun lebih awal untuk bekerja di peternakan. Di masa remaja, Bezos sering menghabiskan musim panas bersama kakeknya. Sejak kecil, Bezos sudah memperlihatkan bakatnya di bidang mekanik. Bezos balita pernah mencoba membongkar sendiri tempat tidur miliknya dengan obeng.

Bezos dilahirkan ketika ibunya yang bernama Jackie Bezos masih berusia belasan tahun. Pernikahan ayah dan ibunya hanya bertahan setahun lebih. Ibunya menikah kembali ketika Bezos masih berusia lima tahun. Ayah tiri Bezos yang bernama Miguel Bezos adalah imigran asal Kuba.

Keluarga Bezos pindah ke Florida, di mana ia menjadi  pelajar di Miami Palmetto Senior High School. Saat  di SMA, Bezos jatuh cinta dengan komputer. Setelah tamat SMA ia terdaftar ke Princeton University untuk belajar fisika, tetapi memutuskan untuk melanjutkan kecintaannya pada komputer, dan lulus dengan gelar di bidang ilmu komputer dan teknik listrik.

Bezos bergabung dengan Fitel, sebuah perusahaan teknologi tinggi start-up di New York yang membangun jaringan untuk melakukan perdagangan internasional. Dua tahun kemudian, Bezos mulai bekerja untuk Bankers Trust Company di New York, di mana dia memimpin pengembangan sistem komputer mereka dan menjadi wakil presiden termuda perusahaan itu pada  1990.

Kemudian Bezos pindah bekerja ke  D.E. Shaw & Co 1990-1994 yang khusus dalam penerapan ilmu komputer untuk pasar saham, di mana dia membantu membangun the most technically sophisticated quantitative salah satu hedge  di Wall Street. Ia dipromosikan dari “in-house geek” ke pengelola uang, maka pada  1992, dia menjadi wakil presiden senior terakhir  mereka. Ketika bekerja di Shaw, Bezos bertemu dengan istrinya, Mackenzie.

Pada  1994 Bezos mengamati bahwa penggunaan internet telah meningkat 2.300%  per tahun. Dia melihat kesempatan untuk era baru perdagangan, dan segera mulai mempertimbangkan kemungkinan. Buku produk, yang tidak memiliki  surat katalog pesanan, membuatnya  menghadiri Konvensi Booksellers Amerika untuk belajar segala hal tentang bisnis buku.

Dia menemukan semua lokasi  yang diperlukan ada  di Internet, di mana masyarakat bisa mencari stok yang tersedia dari book-buying dan langsung mendatangi  tempat. Pengusaha Bezos kembeli menemukan  ide, sehingga  dia pun memilih bisnis sendiri.

Bezos dan istrinya pindah ke Seattle, di mana mereka memiliki akses ke grosir buku  Ingram, dan  itu perlu untuk proyek  computer Bezos. Lalu dia mendirikan Amazon, perusahaan akan disebut Amazon seperti  sungai di Amerika Selatan yang jangkauannya tidak terhitung.

Mereka mendirikan usaha itu dari  rumah dua kamar tidur,  tiga Sun microstations. Ketika tes situs  sudah dibangun dan berjalan, Bezos meminta 300 orang untuk mengujinya. Kode dites  di banyak platform komputer yang berbeda dan pada  16 Juli 1995, ia membuka situs website untuk dunia. Dengan promosi dari mulut ke mulut dalam 30 hari sudah menyebar dengan tidak ada iklan, Amazon.com telah menjual buku di seluruh 50 negara bagian dan 45 negara asing.

Pada September  1995, situs ini telah mencapai penjualan  US$20.000 per minggu. Bezos dan timnya terus memperbaiki situs dan memperkenalkan fitur baru seperti satu-klik belanja, ulasan pelanggan, dan e-mail verifikasi order.

Pada awalnya, Bezos mengakui kepada investor  ada 70%  kemungkinan mereka akan kehilangan investasi mereka, tetapi orang tuanya masih menandatangani kontrak untuk $ 300.000. Mereka menjadi milyarder. Saham telah dibagi tiga kali, dan sekitar sepertiga dari saham itu masih dipegang oleh anggota keluarga. Amazon kemudian pindah ke CD musik, video, mainan, elektronik, pakaian dan banyak lagi, dan ketika gelembung pasar saham Internet pecah, sedangkan dot.com start-up lain menguap, Amazon terus memposting keuntungan.

Hari ini, Bezos dan Mackenzie hidup di utara Seattle dan  lebih peduli dengan kegiatan filantropi. “Memberikan uang membutuhkan banyak perhatian seperti  membangun perusahaan yang sukses,” katanya. Kekayaan Bezos  saat ini bernilai sekitar US$2 miliar sampai lebih dari US$9 miliar.

Sebagian besar kekayaan Bezos berasal dari kepemilikan saham di Amazon.com. Pada tahun 1998, Bezos memiliki 41 persen saham Amazon.com, tapi jumlahnya berkurang menjadi tinggal 24,26 persen (sekitar 100 juta lembar saham) pada tahun 2006. Gajinya tidak pernah naik sejak tahun 1998, besarnya AS$81.840 per tahun ditambah tunjangan sebesar AS$1,1 juta. (bn)

Oleh : Doni Ramdhani31 Oktober 2016 18:30

INILAH, Bandung – Selama dua tahun ke depan, Google App menargetkan bisa menggandeng sebanyak dua juta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Aplikasi ini memudahkan para pelaku UKM yang kerap kesulitan melakukan promosi dan pemasaran produk yang dibuat.

Consumer Marketing Manager Google Indonesia Mira Sumanti mengatakan, Google App bisa dengan mudah mencari lokasi bisnis lokal. Ini memudahkan bagi si pelaku UKM untuk discover maupun user yang ingin mencari informasi.

“Targetnya, dengan aplikasi ini kita akan menggandeng dua juta UKM secara nasional. Bandung ini merupakan salah satu kota prioritas yang kita garap,” kata Mira saat jumpa wartawan di Bandung, Senin (31/10/2016).

Dia mengaku ada lima kota yang menjadi fokus garapan. Selain Jakarta dan Bandung, pihaknya bergerak ke Surabaya, Yogyakarta, dan Medan.

Mira menuturkan, tak hanya sekadar menunjukkan lokasi dengan tepat, aplikasi ini memberikan informasi penting lainnya. Seperti berapa lama waktu yang harus ditempuh dan moda transportasi yang ingin dipakai untuk mencapai tujuan.

“Dengan aplikasi ini user dengan mudah mencari lokasi restoran, tempat ngopi, toko, lokasi entertainment, hingga lokasi tradisional yang unik. Begitu banyak hal unik yang bisa dieksplor seperti kuliner lokal, spot foto cantik, dan tempat wisata,” ucapnya.

Mengenai venue yang ingin masuk dalam Google App, Mira mengatakan si pemilik venue hanya perlu mendaftarkan diri ke pihak Google. Setelah registrasi secara online itu dilakukan, secara otomatis venue tersebut sebagai daerah tujuan yang terintegrasi dalam Google Maps. Aplikasi ini menjadi pemandu user untuk mencapai tujuan.

“Kampanye #Selalu TauBDG dan #SelaluTauyangSeru bersama Google App ini didesain sesuai dengan misi Google untuk memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang tepat, kapan saja, dan dimana saja,” jejasnya seraya menyebutkan penggunaan aplikasi ini lebih mudah dilakukan hanya dengan cara voice command.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang UMKM, Koperasi, dan Kewirausahaan Kadin Jabar Iwan Gunawan merespons positif adanya aplikasi yang memudahkan para pelaku UKM ini. Pasalnya, memiliki produk bagus bukan berarti bisa mendapatkan konsumen dengan mudah. Perkara ini pun merupakan hal penting yang terkadang luput dari perencanaan.

Dia mengatakan, kebanyakan kemasan produk hasil UKM ini yang menjadi sorotan. Pengemasan dan kemasan produk UKM itu kurang menarik untuk dilirik. Padahal, kemasan yang menarik itu menjadi tampilan menarik bagi pasar.

“Untuk produk UKM, bukan cuma promosi dan marketing saja yang menjadi kendala. Mengenai kemasan dan packaging ini memang masih minim. Dari sekian banyak produk UKM itu paling hanya 20% yang bagus. Kemasan ini menjadi salah satu kelemahan yang dihadapi pada pelaku bisnis UKM,” kata Iwan.

Sejauh ini kemasan produk UKM fungsinya hanya sebagai pelindung saja. Minimnya pemahaman mengenai kemasan produk yang baik dan menarik itu membuat UKM sulit berkembang. Padahal, mempercantik kemasan produk semenarik mungkin itu merupakan salah satu strategi jitu untuk menggaet pasar.

Sebenarnya, kemasan yang optimal itu akan menambah nilai jual. Selain itu, kemasan yang menjadi selling point itu pun menjadi citra produk yang dipasarkan. Dengan packaging yang informatif dan bernilai estetika itu pun menjadi hal penting untuk meyakinkan pasar.

Meski demikian, pendiri Dewan Pengembangan Ekonomi (DPE) Kota Bandung itu tak memungkiri untuk packaging ini pelaku usaha diharuskan memiliki modal ekstra. Namun, sekarang sudah banyak perusahaan jasa konsultasi pengemasan agar suatu produk memiliki roh tersendiri. Apalagi, dengan kemasan yang menarik itu bisa mendongkrak harga jual bertambah 40-100% dari harga jual awal. [jek]

By Redaksi | 18 April 2016, Jualan Online

Majalaharjuna.com, Koneksi internet semakin cepat dan murah. Smartphone atau tablet kini begitu terjangkau. Fenomena ini juga mendongkrak pertumbuhan omset belanja online. Sejumlah pengusaha di dunia maya pun bermunculan salah satunya Putri Wana, dirinya mulai menjadi pelapak di bukalapak.com sejak 2014. Ia pun mampu meraup keutungan menggiurkan dari bisnis online.

Sebelumnya, Wana pernah bekerja sebagai karyawan selama empat tahun. Saat anaknya lahir, dirinya berhenti bekerja dan memilih berjualan. Awalnya Wana berjualan secara offline, dengan bertemu langsung calon pembeli.

“ Saya jual kamera yang harganya di atas 2 juta. Sehari terjual lebih dari 10. Itu cash. Dikantong kanan kiri depan di tas. Tapi waktu habis untuk ketemu orang. Belum lagi macetnya. Kadang orang sudah kita temui gak jadi beli,” katanya.

Akhirnya Wana memilih berjualan secara online di bukalapak. Ia bisa menjual berbagai macam barang dengan memanfaatkan internet. Sejak jualan online omzet perbulannya meningkat tajam.

Untuk menjadi seller Wana mengingatkan agar selalu jujur. Sebab dalam berbisnis melalui online, pembeli bisa secara langsung memberikan feedback yang dapat diketahui orang banyak.

“Feedback positif ini penting karena orang kan gak kenal kita. Jadi bisa meningkatkan kepercayaan orang. Kalau feedback banyak, harga gak terlalu murah orang tetap pilih kita,” katanya, Sabtu (16/4/2016).

Selanjutnya adalah komitmen dalam usaha. Tidak hanya berjualan dalam waktu yang singkat. Namun coba misalnya dalam rentang waktu enam bulan.

“Gimana hasilnya. Nantikan ada improve. Jangan hanya satu bulan. Kemudian fokus, cari satu. Kalau satu udah sukses baru ditambah yang lain,” katanya.

Hal itu menurutnya memang tidak secara langsung diperoleh. Saat masih pemula, omzetnya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per hari.

“Tapi kemudian naik terus. Buka lapak juga ndak usah dipantengin terus. Karena kalau ada yang order sms tetap masuk,” katanya.

(Kush)

Skip to toolbar